ManusiaSenayan.id Kalau lagi ngomongin “anak muda di Senayan” yang orang-orang tungguin gebrakannya, nama Rizki Aulia Rahman Natakusumah sering banget masuk obrolan. Dia lahir 19 November 1994 dan sudah duduk sebagai anggota DPR RI sejak periode 2019–2024, lalu lanjut lagi di periode 2024–2029. Jadi ini bukan cerita “baru lewat doang”—ini sudah masuk fase pembuktian, karena publik biasanya makin kritis kalau seseorang dapat kepercayaan sampai dua kali.

Rizki maju dari Dapil Banten I (Pandeglang–Lebak), wilayah yang karakternya kuat: banyak isu pembangunan, akses layanan, sampai kebutuhan ekonomi rakyat yang konkret. Makanya, ketika anak muda bisa konsisten menang di dapil seperti itu, ekspektasi publik otomatis naik. Orang jadi nunggu: “oke, sudah dua periode—kapan terasa hasilnya di lapangan?”

Yang bikin namanya makin “naik level” belakangan ini adalah saat ia resmi ditetapkan sebagai Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI periode 2024–2029. Ini posisi yang mungkin kedengarannya administratif, tapi jangan salah: BURT itu ngurus hal-hal yang bikin kerja DPR bisa jalan stabil—support system kelembagaan, fasilitas, dan kebutuhan operasional anggota. Dalam kanal resmi DPR, Rizki juga menyampaikan komitmen untuk memastikan dukungan kebutuhan anggota DPR terpenuhi agar kinerja lembaga berjalan optimal.

Dari sisi modal personal, latar pendidikannya juga sering jadi sorotan. Rizki tercatat menempuh S1 dan S2 di University of Nottingham, Inggris. Buat pembaca Gen Z, ini sering dibaca sebagai sinyal cara pikir yang lebih terbuka dan kebijakan-minded—meski pada akhirnya publik tetap menilai dari output nyata, bukan sekadar biodata.

Rekam jejaknya di luar politik juga terdokumentasi. Dalam data resmi MPR RI, Rizki pernah menjabat Komisaris Utama di beberapa entitas, seperti PT BPR Amal Bhakti Sejahtera (2017), PT Rizki Cipta Beton (2018), serta Yayasan Sohibul Bardkah Walfadhilah (2019). Kombinasi pengalaman politik dan organisasi ini bisa jadi nilai tambah, sekaligus menuntut transparansi dan akuntabilitas yang lebih tinggi.

Sorotan lain yang tak terpisahkan adalah latar keluarga politik. Sejumlah sumber menyebut ia merupakan putra Achmad Dimyati Natakusumah dan Irna Narulita. Narasi ini selalu punya dua sisi—antara isu dinasti politik dan harapan bahwa jejaring tersebut bisa mempercepat penyelesaian masalah di dapil. Di titik inilah label “legislator muda yang dinanti” menjadi relevan: Rizki dinilai bukan dari siapa orang tuanya, tapi dari identitas politik dan kerja nyata yang ia bangun sendiri.

Singkatnya, Rizki kini berada di fase “bukan lagi hype, tapi waktunya deliver”. Dua periode di DPR, posisi strategis di BURT, serta modal pendidikan dan pengalaman organisasi sudah di tangan. Publik tinggal menunggu satu hal paling krusial: bukti kerja yang benar-benar terasa, baik di parlemen maupun di Pandeglang–Lebak sebagai basis mandatnya.