Manusiasenayan.id – Jakarta lagi-lagi ngasih contoh kalau urusan lingkungan nggak bisa cuma jadi slogan. Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri bareng Pangdam Jaya Mayjen Deddy Suryadi turun langsung ke lapangan, memimpin aksi bersih-bersih serentak di Waduk Cincin Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Aksi ini nggak sendirian. Pemprov DKI Jakarta dan komunitas relawan ikut bahu-membahu, bikin gerakan ini terasa nyata, bukan formalitas.

Kegiatan yang dikemas lewat tajuk “Jaga Jakarta” ini mengerahkan 1.150 personel di lokasi utama. Fokusnya jelas: membersihkan jalan lingkungan, saluran air, dan fasilitas umum yang selama ini jadi titik rawan masalah kebersihan. Target akhirnya satu—lingkungan yang lebih sehat dan nyaman buat warga.

Nggak berhenti di Papanggo, gerakan ini juga menyebar luas. Sebanyak 4.431 personel lainnya bergerak serentak di berbagai kota dan kabupaten dalam wilayah hukum Polda Metro Jaya. Kalau ditotal, ada 5.581 personel gabungan dari TNI, Polri, dan pemerintah daerah yang terlibat penuh. Skala besar, tapi tetap rapi dan terkoordinasi.

Selain bersih-bersih, kegiatan ini juga diselipkan agenda penanaman pohon sebagai langkah nyata penghijauan. Ada 90 pohon yang ditanam di sekitar waduk, mulai dari flamboyan, mahoni, tabebuya, hingga spathodea. Tujuannya bukan sekadar estetik, tapi memperkuat kualitas lingkungan sekaligus menjaga ekosistem kawasan air.

Irjen Asep menegaskan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto. Instruksi itu dijalankan secara serentak di seluruh DKI Jakarta dan wilayah penyangga seperti Depok, Tangerang, dan Bekasi. Di level provinsi, koordinasi dipegang Kodam Jaya, Polda Metro Jaya, dan Pemprov DKI Jakarta. Sementara di tingkat kota dan kabupaten, pelaksanaannya digerakkan oleh Kodim, Polres, dan pemda setempat.

Yang menarik, Asep menekankan kegiatan ini nggak akan berhenti di satu momen. Aksi bersih-bersih bakal dijadikan agenda rutin. Menurutnya, lingkungan bersih bukan cuma soal estetika, tapi kunci menciptakan wilayah yang aman, sehat, dan bebas risiko bencana, terutama banjir.

“Kami ingin menggelorakan kegiatan ini bersama seluruh elemen masyarakat. Kalau lingkungan bersih, potensi bencana bisa ditekan dan aktivitas warga tetap jalan,” tegas Asep.

Lewat kolaborasi TNI-Polri dan Pemprov DKI Jakarta, pesan yang disampaikan jelas: jaga lingkungan itu urusan bersama. Negara hadir, tapi warga juga harus ikut ambil bagian.