Manusiasenayan.id – Akses wisata ke Pulau Merak Besar sempat bikin geleng-geleng kepala. Dermaga Pantai Medaksa Sebrang di Pulomerak dipenuhi tumpukan sampah, mulai dari organik sampai non-organik. Sampah itu diduga berasal dari permukiman warga sekitar Merak dan mengambang di laut, tepat di jalur penyeberangan wisata.
Nggak mau tinggal diam, kader-kader Gerindra Cilegon langsung bergerak. Mereka turun tangan melakukan aksi bersih-bersih di area dermaga yang jadi akses utama wisatawan menuju Pulau Merak Besar. Aksi ini disebut sebagai instruksi langsung dari Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto.
Ketua DPC Gerindra Cilegon, Helldy Agustian, menyebut kondisi sebelum dan sesudah pembersihan terlihat sangat berbeda. “Alhamdulillah, setelah kami datang, bisa dilihat sebelum dan sesudahnya ya, laut jadi bersih. Apalagi dermaga ini tempat menyeberang ke tempat wisata,” ujar Helldy kepada wartawan, Senin (16/2/2026).
Menurutnya, aksi ini bukan sekadar simbolis. Puluhan kader dikerahkan untuk mengangkut sampah dari laut ke darat. Mereka mengumpulkan sampah yang mengambang di sekitar dermaga, lalu membawa hasilnya ke tempat pembuangan akhir. Dengan langkah itu, mereka ingin memastikan kawasan wisata kembali nyaman dan layak dikunjungi.
Aksi bersih-bersih juga menyasar Pantai Mabak, yang menjadi akses menuju Pulau Merak Kecil. Di lokasi itu, kader Gerindra kembali mengangkut sampah yang menumpuk di pesisir. Mereka berharap gerakan ini bisa memicu kepedulian bersama, bukan cuma dari partai politik, tapi juga dari pemerintah daerah.
Helldy pun berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Cilegon ikut berpartisipasi lebih aktif dalam menangani persoalan sampah di kawasan wisata. Ia menilai kolaborasi semua pihak penting agar masalah serupa tidak terus berulang.
Di sisi lain, Tokoh Pemuda setempat, Dicky Maula Syaf, mengungkapkan persoalan sampah di Pantai Medaksa Sebrang sebenarnya sudah berlangsung lama. Ia menyebut sempat ada perhatian sebelum Pilkada, bahkan alat berat pernah dibawa ke lokasi. Namun setelah itu, penanganannya tidak berlanjut.
Dicky mengajak masyarakat untuk ikut bertanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, tidak adil jika semua beban dibebankan ke pemerintah. “Kalau mengandalkan pemerintah, tapi masyarakatnya nggak sadar juga percuma,” tegasnya.
Masalah sampah di kawasan wisata ini jadi pengingat bahwa menjaga laut dan pantai bukan cuma urusan satu pihak. Butuh aksi nyata, kesadaran kolektif, dan konsistensi agar destinasi seperti Pulau Merak Besar tetap jadi kebanggaan, bukan malah jadi sorotan karena tumpukan sampah.
