Manusiasenayan.id – Di bawah terik matahari yang nggak main-main, suara palu beradu dan mesin las meraung jadi soundtrack perjuangan di Kecamatan Pucuk Rantau, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Sudah masuk hari keempat, renovasi jembatan gantung yang digarap Polda Riau mulai menunjukkan progres yang bikin warga sumringah.

Buat warga Desa Muara Petai dan Desa Muara Tiu Makmur, jembatan ini bukan cuma tumpukan kayu dan kabel sling. Ini adalah akses penghubung utama dua desa. Jalur anak-anak berangkat sekolah. Jalan para petani mengangkut hasil kebun. Singkatnya, ini urat nadi kehidupan sehari-hari.

Sebelumnya, kondisi jembatan memang bikin deg-degan. Lantainya mulai rapuh, goyangnya terasa makin sering. Tapi sekarang, wajahnya pelan-pelan berubah. Tim dari Polda Riau dan Polres Kuansing bareng tenaga ahli turun langsung ke lapangan. Mereka kerja detail, memastikan setiap bagian kuat dan aman. Targetnya jelas: bikin jembatan yang lebih kokoh dan tahan lama.

Memasuki hari keempat, Jumat (13/2), pengerjaan sudah masuk tahap pembongkaran lantai lama. Jembatan sepanjang 85 meter dengan lebar 1,2 meter itu dibongkar bertahap, termasuk sling lama dan proses pemboran besi UNP untuk gelagar.

Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana memastikan progres berjalan sesuai rencana.

“Alhamdulillah, pada hari keempat ini pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi telah memasuki tahap pembongkaran lantai jembatan lama, pembongkaran sling, serta pemboran besi UNP untuk gelagar. Progres fisik berjalan sesuai dengan rencana yang telah kita susun bersama,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).

Ia juga memberi apresiasi buat warga yang ikut turun tangan. Gotong royong terasa banget di lokasi. Warga Desa Muara Petai dan Muara Tiu Makmur nggak cuma nonton, tapi benar-benar bantu proses pembangunan.

Menurut Kapolres, proyek ini bukan sekadar bangun fisik jembatan. Ini tentang kebersamaan dan kepedulian. Ketika polisi dan masyarakat kerja bareng, hasilnya bukan cuma infrastruktur, tapi juga rasa saling percaya.

Ke depan, AKBP Hidayat berharap setelah rampung, jembatan ini bisa memperlancar aktivitas warga—mulai dari ekonomi, pendidikan, sampai kegiatan sosial. Pembangunan akan terus dilanjutkan bertahap dengan komitmen menjaga kualitas dan ketahanan jembatan.

Di Kuansing, dentuman palu itu bukan cuma suara kerja. Itu bunyi harapan yang lagi dirakit pelan-pelan.