Manusiasenayan.id – Kalau ngomongin tokoh nasional yang punya perjalanan karier dari militer sampai parlemen, nama Letnan Jenderal TNI Marinir (Purn) Dr. Nono Sampono, M.Si. termasuk yang menarik buat dibahas. Sosok yang sekarang dikenal sebagai Senator dari Provinsi Maluku ini punya rekam jejak panjang dalam pengabdian kepada negara—mulai dari medan militer, lembaga penyelamatan nasional, sampai ruang sidang parlemen.
Nono Sampono lahir di Bangkalan, Madura, 1 Maret 1953. Meski lahir di Jawa Timur, perjalanan hidupnya justru membawanya menjadi representasi kuat bagi masyarakat Maluku di tingkat nasional. Ia memeluk agama Islam dan dikenal sebagai figur yang disiplin serta memiliki latar belakang kepemimpinan kuat dari dunia militer.
Karier Nono dimulai dari Korps Marinir TNI Angkatan Laut, tempat ia ditempa sebagai prajurit. Di dunia militer, kariernya terbilang moncer. Ia pernah menjabat sejumlah posisi penting, mulai dari Komandan Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) TNI AL pada 1988–1993, satuan elite yang dikenal punya kemampuan operasi khusus.
Perjalanan kariernya terus menanjak. Nono dipercaya memegang berbagai jabatan strategis seperti Komandan Paspampres, Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL), hingga akhirnya menjadi Komandan Korps Marinir TNI AL. Bukan cuma itu, ia juga sempat dipercaya menjadi Komandan Jenderal Akademi TNI, posisi penting yang bertanggung jawab membentuk generasi baru perwira TNI.
Setelah menuntaskan karier militernya, Nono tidak berhenti mengabdi. Pada tahun 2010, ia dilantik oleh Menteri Perhubungan sebagai Kepala Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas). Di posisi ini, ia memimpin berbagai operasi penyelamatan nasional dan memperkuat sistem SAR Indonesia agar lebih profesional dan responsif terhadap bencana.
Langkah berikutnya membawa Nono ke dunia politik. Pada Pemilu 2014, ia terpilih menjadi Anggota DPD RI mewakili Provinsi Maluku periode 2014–2019 setelah meraih 65.189 suara. Dukungan masyarakat membuatnya kembali terpilih pada periode berikutnya.
Bahkan pada periode 2019–2024, Nono dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Ketua I DPD RI. Peran ini membuatnya berada di lingkaran kepemimpinan lembaga perwakilan daerah yang memperjuangkan aspirasi provinsi-provinsi di Indonesia.
Kepercayaan publik terhadapnya terus berlanjut. Pada Pemilu 2024, Nono kembali terpilih untuk periode ketiga sebagai Anggota DPD RI Provinsi Maluku (2024–2029).
Sepanjang pengabdiannya, Nono juga menerima banyak tanda kehormatan dari negara, di antaranya Bintang Mahaputera Nararya (2024), Bintang Dharma Republik Indonesia (2011), Bintang Jalasena Nararya, Satya Lencana Seroja, Satya Lencana Dwija Sista, Bintang Jalasena Pratama, serta Bintang Yudha Dharma Nararya.
Di luar aktivitasnya sebagai senator, Nono juga aktif di dunia olahraga dan organisasi. Ia tercatat sebagai Ketua Umum Pengurus Nasional Senam Tera Indonesia (Pengnas STI) serta Ketua Umum Kushin Ryu M Karate-do Indonesia (KKI). Menariknya lagi, ia juga menyandang gelar Doktor dari Institut Pertanian Bogor (IPB).
Dari marinir, penyelamat nasional, hingga senator—perjalanan Nono Sampono menunjukkan satu hal: pengabdian kepada negara bisa datang dari banyak medan, tapi semangatnya tetap sama—melayani Indonesia.
