Manusiasenayan.id – Di tengah ramainya obrolan soal harga BBM yang katanya bakal naik, Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Haryadi langsung pasang badan. Ia memastikan kondisi pasokan dan distribusi BBM nasional masih aman dan terkendali. Jadi, buat lo yang sempat panik—tenang, belum ada drama kenaikan.
Dalam keterangannya, Bambang bilang kalau Indonesia justru ambil langkah beda dari negara lain. Saat banyak negara mulai menaikkan harga BBM karena tekanan global, pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto memilih untuk menahan harga. Tujuannya simpel: lindungi daya beli masyarakat.
“Pemerintah bersikukuh tidak menaikkan harga BBM,” tegas Bambang usai Rapat Dengar Pendapat bareng stakeholder energi, mulai dari Dirjen Migas sampai jajaran Pertamina. Intinya, kondisi masih terkendali dan belum ada urgensi buat naikkan harga.
Menariknya lagi, tren harga minyak dunia justru lagi turun. Dari yang sempat di angka 114 dolar AS per barel, sekarang turun ke sekitar 94 dolar AS. Itu artinya ada penurunan sekitar 17 persen. Faktor global kayak isu geopolitik—termasuk sinyal gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran—ikut jadi pemicunya.
Bambang juga sempat nyeletuk santai tapi nyelekit. Ia mengingatkan pihak-pihak yang suka bikin suasana panas dengan isu nggak jelas. Menurutnya, jangan sampai masyarakat dibuat resah cuma gara-gara info yang belum tentu benar.
Dan ini yang paling relate sama kehidupan sehari-hari: soal hoaks. Beberapa waktu lalu sempat beredar kabar soal kenaikan BBM yang ternyata nggak benar, tapi keburu bikin masyarakat panik dan terjadi panic buying. Nah, Bambang minta publik lebih bijak dan nggak gampang kemakan isu.
“Siapa yang ngumumin? Nggak ada kenaikan, tapi dibuat seolah-olah ada,” ujarnya.
Dengan kondisi harga minyak global yang lagi turun dan kebijakan pemerintah yang tetap menjaga stabilitas, Bambang menilai langkah ini sudah tepat, terutama buat menjaga ekonomi masyarakat kecil tetap stabil.
Di akhir, ia ngajak semua pihak—termasuk netizen—buat ikut jaga suasana tetap adem. Di era media sosial yang serba cepat, informasi bisa gampang banget menyebar, tapi belum tentu semuanya valid.
Jadi, daripada ikut nyebarin keresahan, mending jadi bagian dari solusi. Cek fakta dulu, baru sharing. Biar nggak ikut memperkeruh keadaan.
