Manusiasenayan.id – Kalau ngomongin sosok senator yang nggak cuma duduk manis di Senayan tapi beneran “turun gunung”, nama Hasby Yusuf jelas masuk radar. Di Maluku Utara, dia bukan sekadar wakil daerah—lebih kayak jembatan hidup antara suara rakyat kampung dengan meja-meja kebijakan di pusat.

Lahir di Tafamutu, Halmahera, Hasby membawa cerita klasik “anak daerah yang naik lewat proses”. Pria kelahiran 03 Agustus 1974 ini tumbuh dengan lingkungan yang ngebentuk karakter kepemimpinannya—nggak instan, tapi penuh proses. Latar belakang pendidikannya sebagai sarjana ekonomi (S.E) juga ikut ngebentuk cara pandangnya soal pembangunan dan kesejahteraan daerah.

Di politik elektoral, langkahnya makin solid saat Pemilu 2024. Dengan raihan 73.980 suara, Hasby resmi melenggang ke Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia periode 2024–2029 mewakili dapil Maluku Utara. Buat dia, angka itu bukan sekadar statistik—itu adalah kepercayaan yang harus dijaga.

Tapi kalau ditarik ke belakang, perjalanan Hasby bukan dimulai dari Senayan. Dia “lahir” dari dunia organisasi. Dari yang awalnya jadi Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ternate, lalu naik jadi Ketua KNPI Kota Ternate, sampai akhirnya dipercaya sebagai Sekum KAHMI Wilayah Maluku Utara. Nggak cuma itu, dia juga pernah jadi Ketua BKPRMI Provinsi Maluku Utara, Wakil Ketua PMI Maluku Utara, bahkan ikut berkiprah di dunia olahraga sebagai Exco Asprov PSSI Maluku Utara. Singkatnya, jam terbangnya udah “full paket”.

Gaya mainnya juga nggak ribet. Hasby dikenal doyan turun langsung ke lapangan—reses bukan formalitas, tapi ajang “ngopi serius” bareng rakyat. Dari kepala desa sampai anak muda, semua dia dengerin. Buat dia, jadi senator itu bukan soal rapat di ruangan dingin, tapi soal nyerap realita di lapangan.

Isu yang dia pegang juga nggak kaleng-kaleng. Mulai dari ketenagakerjaan, pendidikan, sampai soal budaya. Dia cukup vokal soal pentingnya peningkatan kualitas SDM di Maluku Utara, biar anak muda nggak cuma jadi penonton di tengah derasnya investasi daerah. Di sisi lain, dia juga sering ngingetin kalau kekayaan Maluku Utara bukan cuma soal tambang, tapi juga soal sejarah dan budaya yang punya nilai besar.

Di isu strategis, Hasby juga berani pasang badan. Soal pemekaran daerah (DOB), misalnya, dia aktif bawa aspirasi masyarakat ke pusat demi pemerataan pembangunan. Tapi tetap dengan catatan: semua harus jalan sesuai aturan, bukan sekadar dorongan politis.

Singkatnya, Hasby Yusuf ini tipe politisi yang main di dua dunia: ngerti medan Senayan, tapi tetap “nempel” sama denyut kampung. Dengan latar organisasi yang kuat dan legitimasi suara rakyat yang jelas, dia bukan cuma hadir sebagai senator—tapi sebagai representasi harapan Maluku Utara yang pengen maju tanpa kehilangan jati diri.