Manusiasenayan.id – Situasi di Timur Tengah makin panas, dan Indonesia nggak tinggal diam. Lewat Kementerian Luar Negeri (Kemlu), pemerintah langsung angkat suara dan mengecam keras serangan Israel ke Lebanon yang menelan banyak korban jiwa.
Dalam pernyataan resminya di akun X, Jumat (10/4/2026), Kemlu menegaskan bahwa serangan yang menghantam Beirut dan sejumlah wilayah lain di Lebanon itu bukan cuma brutal, tapi juga melanggar hukum internasional. Nggak main-main, serangan di kota padat penduduk itu bikin sedikitnya 182 orang meninggal dunia dan 890 lainnya luka-luka.
Menurut Indonesia, tindakan ini jelas masuk kategori pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional. Selain itu, aksi militer tersebut juga dinilai berpotensi memperburuk ketegangan regional yang ujung-ujungnya bisa mengganggu stabilitas global.
Nggak cuma mengecam, Indonesia juga langsung mendesak Israel buat menghentikan serangan, bukan cuma sementara tapi secara permanen. Pemerintah juga mengingatkan bahwa dalam konflik bersenjata, perlindungan terhadap warga sipil dan infrastruktur itu wajib hukumnya.
“Indonesia menuntut Israel untuk segera dan secara permanen menghentikan kekerasan dan agresi di Lebanon,” tegas Kemlu.
Di sisi lain, Indonesia juga ngajak semua pihak yang terlibat buat sama-sama ngerem. Alih-alih terus balas serangan, semua pihak diminta untuk mengutamakan dialog dan melakukan de-eskalasi supaya situasi nggak makin runyam.
Kalau ditarik ke belakang, serangan ini jadi salah satu yang terbesar sejak konflik makin melebar awal Maret lalu. Saat itu, kelompok Hizbullah yang didukung Iran ikut masuk dalam pusaran perang. Israel sendiri mengklaim serangan udara terbaru ini menyasar lebih dari 100 titik, termasuk pusat komando dan fasilitas militer Hizbullah, hanya dalam waktu 10 menit.
Wilayah yang kena dampak nggak sedikit: mulai dari pinggiran selatan Beirut, Lebanon selatan, sampai Lembah Bekaa di bagian timur. Tapi tetap saja, dampak paling besar dirasakan warga sipil.
Data dari Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut, total korban tewas sejak serangan Israel dalam enam pekan terakhir sudah tembus 1.700 orang, termasuk 130 anak-anak. Angka ini jadi pengingat kalau konflik ini bukan sekadar urusan militer, tapi juga tragedi kemanusiaan.
Dengan kondisi yang makin nggak kondusif, sikap Indonesia jelas: hentikan kekerasan, turunkan tensi, dan mulai bicara. Karena kalau terus dibiarkan, yang jadi korban bukan cuma satu negara—tapi stabilitas dunia secara keseluruhan.
