Manusiasenayan.id – Di tengah tantangan sosial dan pendidikan yang makin kompleks, anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanul Haq, punya pandangan yang cukup menarik soal masa depan pesantren. Buat dia, pesantren jangan cuma dipandang sebagai tempat belajar agama semata. Lebih dari itu, pesantren bisa naik level jadi pusat pemberdayaan masyarakat yang benar-benar berdampak buat warga sekitar.
Hal itu disampaikan Maman saat mengikuti kunjungan kerja reses Komisi VIII DPR RI di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang. Dalam forum itu, ia mendorong adanya integrasi program sosial dan pendidikan berbasis pesantren supaya manfaatnya makin luas dan terasa langsung di masyarakat.
Menurut Maman, selama ini potensi pesantren sebenarnya gede banget, tapi belum dimaksimalkan secara serius. Padahal kalau dikelola dengan tepat, pesantren bisa jadi pusat penguatan ekonomi, layanan sosial, sampai pengembangan kualitas sumber daya manusia.
“Pesantren harus didorong jadi pusat pemberdayaan masyarakat. Jadi bukan cuma tempat pendidikan agama, tapi juga punya peran strategis buat penguatan ekonomi dan layanan sosial,” kata Maman.
Politisi PKB itu juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, pesantren perlu dikoneksikan dengan berbagai lembaga supaya bisa berkembang lebih modern dan mandiri. Salah satu yang ia soroti adalah pengembangan Halal Center di lingkungan pesantren.
Maman mencontohkan kerja sama yang pernah dilakukan di Jawa Barat bersama BPKH dan BPJPH untuk membangun Halal Center berbasis pesantren. Hasilnya dinilai cukup berhasil karena bukan cuma menguatkan ekonomi pesantren, tapi juga membuka manfaat lebih luas buat masyarakat sekitar.
“Ke depan pesantren harus jadi pusat layanan masyarakat, bukan sekadar lembaga pendidikan,” tegasnya.
Selain bicara soal pesantren, Komisi VIII DPR RI juga menyoroti persoalan distribusi bantuan pendidikan di daerah. Maman mengaku menerima informasi kalau penyaluran BOSDA di Jawa Tengah masih belum optimal dan perlu dievaluasi supaya benar-benar tepat sasaran.
Menurutnya, program bantuan pendidikan harus diawasi ketat agar nggak sekadar bagus di laporan, tapi benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan.
Di sisi lain, ia juga mengapresiasi keberlanjutan program Program Indonesia Pintar (PIP) yang saat ini sudah membantu ratusan mahasiswa lewat bantuan biaya kuliah per semester.
Maman menegaskan, Komisi VIII DPR RI bakal terus mengawal program pendidikan dan sosial berbasis pesantren agar ekosistem pendidikan di Indonesia makin inklusif, kuat, dan punya dampak nyata buat masyarakat luas. Karena kalau pesantren diberi ruang berkembang, bukan nggak mungkin tempat ini bisa jadi motor perubahan sosial di daerah.
