Manusiasenayan.id – Perang melawan narkoba nggak bisa cuma dibebankan ke aparat. Butuh gerakan bareng dari masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, sampai anak-anak muda yang jadi generasi penerus bangsa. Semangat itulah yang dibawa Anggota DPR RI dari Dapil Sumbar II, Arisal Aziz, saat meluncurkan program Kampung Bebas Narkoba sekaligus memperkuat layanan LBH Josal Bantu Rakyat di Posko Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, Jumat (5/6/2026).

Program ini menjadi bukti nyata komitmen Arisal dalam mendorong terciptanya lingkungan yang sehat, aman, dan berdaya bagi masyarakat. Nggak heran, peluncuran program tersebut mendapat dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat dan jajaran Forkopimda.

Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol. Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA, Danrem 032/Wbr Kolonel Inf. Adrian Adek Chandra, Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Barat Alpius Sarumaha, hingga tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan masyarakat setempat.

Menurut Arisal Aziz, pembentukan Kampung Bebas Narkoba bukan sekadar seremoni atau program sesaat. Ia menyebut program ini sebagai upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan dari ancaman narkotika yang terus mengintai.

Baginya, perang terhadap narkoba harus dilakukan dari berbagai sisi. Nggak cukup hanya dengan penindakan hukum, tetapi juga lewat pendidikan, pembinaan, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

“Anak muda adalah aset bangsa yang harus kita jaga bersama. Lewat Kampung Bebas Narkoba, kita ingin membangun benteng sosial yang kuat agar generasi muda punya aktivitas positif dan terhindar dari penyalahgunaan narkoba,” ujar Politisi Fraksi PAN tersebut.

Anggota Komisi XIII DPR RI itu berharap program ini bisa berkembang menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, hingga seluruh lapisan masyarakat.

Peluncuran Kampung Bebas Narkoba juga melengkapi berbagai program sosial yang selama ini dijalankan Arisal Aziz. Selain fokus pada pencegahan narkoba, keberadaan Rumah Aspirasi dan LBH Josal Bantu Rakyat terus memberikan manfaat bagi warga melalui pendampingan hukum, advokasi, serta penyaluran berbagai aspirasi masyarakat.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari Kapolda Sumbar, Gatot Tri Suryanta. Ia menilai langkah yang dilakukan Arisal menghadirkan solusi konkret untuk menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkotika.

Menurutnya, pemberantasan narkoba tidak akan efektif jika hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba.

“Kampung Bebas Narkoba merupakan langkah konkret untuk membangun lingkungan yang produktif, aman, dan sehat. Program seperti ini layak mendapat dukungan dan bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” katanya.

Senada dengan itu, Danrem 032/Wbr Adrian Adek Chandra mengingatkan generasi muda agar menjauhi narkoba dan minuman keras yang dapat menghancurkan masa depan. Sementara Ketua LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar, menyebut Kampung Bebas Narkoba sebagai gagasan inovatif yang sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Dengan kolaborasi berbagai pihak, masyarakat Lubuk Alung optimistis Kampung Bebas Narkoba bisa menjadi model pemberdayaan masyarakat sekaligus benteng pertahanan sosial dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Sumatera Barat.