Manusiasenayan.id – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto punya ambisi besar buat desa-desa di Sulawesi Selatan. Dia menargetkan produksi lokal dari setiap desa bisa menembus pasar internasional, tepatnya ke 59 negara.
Menurut Yandri, semua ini bukan cuma wacana. Kunci suksesnya ada pada kepala desa yang harus mengawal program ini secara konsisten, mulai dari pemberdayaan masyarakat sampai mendampingi para pelaku ekonomi desa agar siap ekspor.
“Saya sudah bikin kesepakatan, kita bakal ekspor produk desa ke 59 negara. Jadi, kepala desa di Sulsel bisa bikin desa-desa tematik,” kata Yandri dalam keterangan tertulis, Kamis (14/5/2026).
Di Apel Siaga yang digelar di Lapangan Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Rabu (13/5), Yandri menjelaskan, dari lebih 2.000 desa di Sulsel, produk seperti sereh bisa diekspor, tanpa mengabaikan kebutuhan lokal.
Lebih lanjut, Yandri percaya jangkauan pasar yang lebih luas bakal bikin perputaran ekonomi makin cepat. “Ini otomatis bikin kesejahteraan masyarakat desa meningkat,” tambahnya.
Selain jumlah, kualitas juga jadi perhatian. Produk lokal yang mau menembus pasar global harus memenuhi standar internasional. Hal ini justru mendorong produsen lokal meningkatkan kualitas dan skala produksinya.
“Biar rakyat di desa sejahtera, produksinya naik, dan produk lokal Sulsel mendunia. Kementerian Desa punya program desa ekspor,” tegas Yandri.
Untuk mewujudkan itu, seluruh kepala desa diminta memetakan komoditas unggulan, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, hingga kerajinan, supaya siap bersaing di pasar global.
Program ini juga sejalan dengan Asta Cita ke-6, yakni membangun dari desa dan mengubah paradigma desa dari objek pembangunan menjadi subjek ekonomi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan lewat optimalisasi potensi lokal.
Yandri menambahkan, dia akan kembali ke Sulsel membawa buyer untuk meneken kontrak langsung dengan kepala desa.
Acara ini juga dihadiri oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, anggota Komisi IX DPR RI Ashabul Kahfi, Irjen Kemendes PDT Masyhudi, dan Kepala Kesbangpol Provinsi Sulsel Bustanul Arifin.
