Manusiasenayan.id – Di dunia politik, nggak semua orang harus viral dulu buat bisa sampai Senayan. Ada juga yang milih jalan pelan, ngumpulin pengalaman satu per satu, lalu akhirnya dipercaya jadi wakil rakyat. Nah, Syafiuddin adalah salah satunya.
Politisi kelahiran Bangkalan, 5 November 1973 ini sekarang duduk sebagai Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB. Tapi sebelum namanya dikenal di tingkat nasional, ia udah lebih dulu “naik level” lewat jalur yang panjang. Nggak instan, nggak loncat-loncat jabatan.
Masa sekolahnya juga dihabiskan di Bangkalan, mulai dari SDN Padurungan, lanjut ke SMPN 4 Bangkalan, lalu SMAN 1 Bangkalan. Menariknya, setelah sibuk berpolitik, ia masih sempat kuliah lagi. Tahun 2008 ia lulus Ilmu Administrasi Negara Universitas Wijaya Putra, lalu pada 2023 berhasil meraih gelar Magister Hukum di Universitas Trunojoyo Madura. Bukti kalau belajar itu nggak ada kata telat.
Karier politiknya dimulai dari DPRD Kabupaten Bangkalan. Tahun 2004, ia dipercaya menjadi Wakil Ketua Komisi, lalu naik jadi Ketua Komisi A pada periode berikutnya. Setelah merasa “nafasnya” cukup di level kabupaten, Syafiuddin lanjut ke DPRD Provinsi Jawa Timur pada 2014. Lima tahun kemudian, masyarakat mengantarkannya ke DPR RI untuk mewakili Dapil Jawa Timur XI yang meliputi Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.
Sekarang, di Senayan, Syafiuddin bertugas di Komisi V DPR RI, komisi yang ngurusin hal-hal yang dekat banget sama kehidupan sehari-hari. Mulai dari jalan rusak, jembatan, transportasi umum, rumah rakyat, sampai pembangunan desa. Selain itu, ia juga dipercaya duduk di Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) dan ikut dalam Panitia Khusus (Pansus) DPR RI.
Kalau ditarik ke belakang, ternyata Syafiuddin memang udah lama aktif di organisasi. Ia pernah jadi Wakil Ketua IPNU Bangkalan, GP Ansor, KNPI, sampai KONI Bangkalan. Bahkan, ia juga pernah memimpin PSSI Kabupaten Bangkalan sebagai ketua. Di jalur politik, perjalanan itu berlanjut hingga akhirnya dipercaya menjadi Ketua DPC PKB Bangkalan periode 2021–2026.
Kalau diperhatiin, gaya politik Syafiuddin bisa dibilang nggak banyak drama. Ia lebih sering membangun rekam jejak daripada sekadar bikin sensasi. Hampir dua puluh tahun karier politiknya diisi dengan proses bertahap, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, sampai nasional.
Buat warga Madura, terutama di Bangkalan dan sekitarnya, isu infrastruktur itu bukan cuma soal jalan mulus. Itu soal akses sekolah, layanan kesehatan, distribusi hasil pertanian, sampai peluang ekonomi. Makanya, lewat Komisi V DPR RI, Syafiuddin terus mendorong pembangunan yang benar-benar nyampe ke masyarakat.
Karena pada akhirnya, politik itu bukan siapa yang paling rame di media sosial. Tapi siapa yang tetap jalan, tetap kerja, dan tetap pulang membawa hasil buat daerah yang diwakilinya.
