Manusiasenayan.id – Kalau ada yang bilang politik itu cuma buat orang yang jago pidato, mungkin mereka belum kenal Sofwan Dedy Ardyanto. Soalnya, sebelum duduk di kursi DPR RI, kesehariannya justru lebih akrab sama naskah, majalah, buku, sampai bikin copy buat kementerian. Bisa dibilang, jauh sebelum ngomong di ruang sidang, dia udah terbiasa “ngobrol” lewat tulisan.

Politisi Fraksi PDI Perjuangan ini sekarang dipercaya jadi anggota Komisi V DPR RI, komisi yang ngurusin urusan yang dampaknya kerasa banget di hidup sehari-hari. Jalan rusak, transportasi, jembatan, rumah rakyat, sampai urusan mitigasi bencana, semua nyambung ke komisi tempat Sofwan bekerja.

Menariknya, perjalanan Sofwan ke Senayan nggak datang dari jalur instan. Kariernya dimulai dari dunia media. Ia pernah menjadi Ketua Redaksi Majalah Panji Masyarakat, lanjut jadi Pemimpin Redaksi Majalah Beladiri, editor Majalah Infrastruktur, sampai sibuk ngerjain proyek komunikasi sebagai copywriter di Kementerian Sosial RI, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Koperasi dan UKM RI, serta berbagai lembaga nasional lainnya. Bahkan, ia juga aktif menulis buku. Intinya, kalau urusan merangkai kata, jam terbangnya udah panjang.

Nggak berhenti di situ, Sofwan juga sempat menjadi Tenaga Ahli Sekretariat Fraksi PDI Perjuangan DPR RI. Posisi ini bikin dia melihat langsung bagaimana sebuah undang-undang dibahas, bagaimana lobi politik berjalan, sampai bagaimana aspirasi masyarakat bisa berubah jadi kebijakan. Jadi, waktu akhirnya terpilih sebagai anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah VI, sebenarnya dia bukan orang baru di lingkungan parlemen.

Di Pemilu 2024, Sofwan berhasil mengantongi lebih dari 115 ribu suara. Angka itu jadi bukti kalau masyarakat di Magelang, Temanggung, Purworejo, Wonosobo, dan Kota Magelang menitipkan harapan kepadanya.

Walaupun sudah masuk parlemen, Sofwan tetap nggak berhenti belajar. Ia bahkan menyelesaikan pendidikan Manajemen Bisnis di Universitas Bina Nusantara pada 2024. Buatnya, belajar bukan soal umur, tapi soal siap nggak kita menghadapi tantangan baru.

Di internal partai, namanya juga bukan orang kemarin sore. Sofwan lama berkecimpung sebagai Tim Teknis BP Pemilu DPP PDI Perjuangan, ikut menyusun strategi pemenangan Pilkada di berbagai daerah, membantu pemetaan wilayah politik, sampai terlibat dalam pengembangan Komandante Stelsel di Jawa Tengah. Bukan tipe yang sering tampil di depan kamera, tapi lebih sering kerja di balik layar.

Sekarang, selain duduk di Komisi V DPR RI, Sofwan juga menjadi anggota Badan Legislasi (Baleg) dan Panitia Khusus (Pansus). Artinya, bukan cuma ikut ngawasin pembangunan, tapi juga terlibat menyusun aturan yang bakal dipakai negara.

Kalau ditarik benang merahnya, perjalanan Sofwan cukup unik. Dari ruang redaksi ke ruang rapat DPR. Dari nyusun headline jadi ikut nyusun regulasi. Dari nulis cerita, sekarang ikut menentukan cerita besar tentang arah pembangunan Indonesia. Mungkin inilah yang bikin perjalanan politiknya terasa beda: nggak banyak gimik, lebih banyak proses.