Manusiasenayan.id – Bali nggak cuma punya pantai kece dan budaya yang mendunia. Pulau Dewata juga punya empat senator yang membawa aspirasi daerah ke tingkat nasional. Latar belakangnya beragam, mulai dari pemerintahan, bisnis fashion, dunia pendidikan, sampai organisasi. Yuk, kenalan sama sosok dan perjalanan mereka!
Rai Mantra: Dari Balai Kota Denpasar, Sekarang ke Senayan!
Perjalanan Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra di dunia pemerintahan bukan kaleng-kaleng. Pria kelahiran Denpasar, 30 April 1967, ini punya pengalaman panjang mengurus pemerintahan daerah sebelum melangkah menjadi senator Bali.
Kariernya dimulai sebagai Wakil Wali Kota Denpasar pada 2005–2008. Setelah itu, ia menjabat sebagai Wali Kota Denpasar pada 2008–2021. Selama memimpin, Rai Mantra menerima sejumlah penghargaan, termasuk Satyalancana Pembangunan pada 2011 dan Satyalancana Wira Karya pada 2012.
Nggak cuma berkutat di pemerintahan, Rai Mantra juga aktif di dunia organisasi. Ia pernah memimpin HIPMI Badung dan HIPMI Bali, serta terlibat dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali.
Urusan pendidikan juga tetap jalan. Pada 2023, ia meraih gelar doktor dari Universitas Udayana. Ia juga dipercaya menjadi Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Udayana (IKAYANA) periode 2023–2027.
Dengan pengalaman di pemerintahan, organisasi, dan pendidikan, Rai Mantra punya bekal yang menarik untuk dibawa ke tingkat nasional. Tantangannya sekarang adalah bagaimana pengalaman tersebut bisa ikut mendorong perjuangan aspirasi masyarakat Bali.
Niluh Djelantik: Dari Desain Sepatu, Kini Bawa Suara Bali!
Siapa sangka, dari dunia sepatu bisa melangkah sampai ke Senayan? Itulah salah satu sisi menarik dari perjalanan Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik, atau yang lebih dikenal sebagai Niluh Djelantik.
Perempuan kelahiran Bangli, 15 Juni 1975, ini dikenal sebagai desainer sekaligus pengusaha sepatu. Ia membangun merek Niluh Djelantik yang membawa desain khas dan berhasil menjangkau pasar internasional.
Perjalanan bisnisnya juga punya pencapaian menarik. Pada 2010, ia meraih penghargaan Best Fashion Brand & Designer dari The Yak Awards. Setahun berikutnya, produknya berhasil menembus Globus Switzerland, salah satu retailer di Swiss.
Dari dunia kreatif, Niluh kemudian terjun ke politik. Pada Pemilu 2024, ia meraih 377.152 suara dan terpilih sebagai anggota DPD RI periode 2024–2029 dari Bali.
Perjalanannya membuktikan bahwa pengalaman profesional seseorang bisa datang dari jalur yang beragam. Namun, setelah duduk sebagai senator, tugasnya bukan cuma membawa nama besar dari dunia fashion. Ia juga punya tanggung jawab untuk menyuarakan aspirasi masyarakat yang diwakilinya.
Dari merancang sepatu hingga masuk parlemen, perjalanan Niluh Djelantik punya warna tersendiri. Menarik buat ditunggu bagaimana pengalaman di dunia usaha ikut mewarnai kiprahnya sebagai wakil daerah.
Arya Wedakarna: Pernah Jadi Rektor Muda, Sekarang Lanjut di Senayan!
Nama Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, yang akrab dipanggil AWK, sudah lama dikenal dalam politik Bali. Lahir di Denpasar pada 23 Agustus 1980, ia punya latar belakang pendidikan di bidang transportasi udara, sosial politik, manajemen pemerintahan, dan ilmu pemerintahan.
Salah satu hal yang bikin profilnya menarik adalah perjalanan akademiknya. Berdasarkan data biografi yang diberikan, AWK pernah tercatat dalam rekor MURI sebagai doktor ilmu pemerintahan termuda di Indonesia pada usia 27 tahun dan rektor universitas termuda pada usia 28 tahun.
Perjalanan politiknya sebagai anggota DPD RI dimulai pada 2014. Setelah melewati dua periode sebelumnya, ia kembali terpilih untuk periode 2024–2029 dengan perolehan 378.300 suara.
Angka tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan politiknya. Tapi, terpilih kembali bukan berarti tugas selesai. Ada aspirasi masyarakat Bali yang perlu diperjuangkan melalui kerja-kerja kelembagaan dan peran DPD RI.
Dari dunia pendidikan menuju politik, AWK punya jalur perjalanan yang berbeda dari senator lainnya. Rekam jejaknya menjadi bahan menarik untuk melihat bagaimana pengalaman akademik dan politik bertemu dalam tugasnya sebagai wakil daerah.
Komang Merta Jiwa: Dari Dunia Organisasi, Melangkah ke Senayan!
Setiap orang punya jalan masing-masing untuk sampai ke Senayan. Begitu juga I Komang Merta Jiwa, senator kelahiran Bangli, 12 April 1970, yang punya pengalaman di dunia organisasi.
Salah satu pengalaman yang tercatat dalam profilnya adalah saat menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Baladika Bali. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan sebelum ia mengikuti kontestasi politik nasional.
Pada Pemilu 2024, Komang Merta Jiwa maju sebagai calon anggota DPD RI dari Bali. Hasilnya, ia berhasil mengantongi 363.440 suara dan terpilih untuk periode 2024–2029.
Perolehan suara itu mengantarkannya menjadi salah satu wakil Bali di tingkat nasional. Sebagai senator, ia punya tanggung jawab membawa kepentingan daerah dalam pembahasan kebijakan sesuai kewenangan DPD RI.
Pengalaman organisasi menjadi salah satu sisi yang menarik dari profil Komang Merta Jiwa. Namun, perjalanan menuju Senayan bukan garis finis. Justru setelah terpilih, kerja sesungguhnya dimulai: mendengarkan warga, menyerap aspirasi, dan memperjuangkan kepentingan daerah.
Masyarakat juga perlu melihat bagaimana ia menjalankan tugasnya selama menjabat, termasuk isu apa yang menjadi perhatian dan aspirasi apa yang dibawanya dari Bali.
