ManusiaSenayan.id – Guys, biasanya Agnez Mo rame dibahas soal musik internasional. Tapi kali ini beda—Agnez justru nyolek anggota DPR RI gara-gara kisruh demo belakangan ini.
Menurut Agnez, biang keroknya ada di gaya komunikasi para wakil rakyat. “Semuanya berawal dari EQ rendah, cara berbicara di depan umum yang memecah belah dan merendahkan, serta tanpa empati,” tulis Agnez.
Pelantun Coke Bottle itu bilang, minimal banget anggota DPR tuh harus bisa ngomong dengan layak di publik. “Hal paling minimal yang bisa saya harapkan dari seorang anggota DPR adalah kemampuan berbicara di depan publik yang layak, yang tidak memecah belah, tapi benar-benar mencari solusi semua pihak, bukan hanya untuk kepentingan sendiri,” lanjutnya.
Lebih pedes lagi, Agnez cerita pernah ngalamin omongan merendahkan langsung dari anggota DPR. “But well… aku mengalaminya sendiri beberapa bulan yang lalu, ketika seorang anggota DPR yang dengan entengnya bilang kalau belum S3 PhD, ya gak usah ngomong soal isu ini… karena mungkin menurut dia orang lain ‘terlalu bodoh’?” kenangnya.
Nggak berhenti di situ, Agnez nyorot logika dangkal itu: “Dan jangan lupa, itu semua dilakukan sambil mencemarkan nama baik dan menjelek-jelekkan semua orang yang punya pendapat berbeda. Logika model begitu sudah cukup menunjukkan semua yang perlu kita tahu.”
Menurut Agnez, pemimpin sejati tuh nggak cukup bermodal IQ tinggi. “Kepemimpinan menuntut segalanya. Menuntut EQ, menuntut integritas, menuntut empati, visi, dan di atas segalanya: kasih dan perdamaian…” tulisnya lagi.
Pesan penutupnya jelas banget: “Jangan dihasut. Jangan mau dimanipulasi. Kita lebih bijak. Kita lebih kuat. Kita bukan lagi Indonesia tahun 1998.”
Satirnya dapet, pesannya dalem. DPR dengerin deh—kalau nggak, siap-siap kalah kelas sama Agnez Mo yang EQ global!
