Manusiasenayan.id – Kalau ada yang masih mikir anak SD cuma jago main game, mungkin belum kenal sama Ibrahim Al Abrar. Bocah kelas 6 asal Boyolali, Jawa Tengah, ini sukses bikin NASA ngirim surat apresiasi resmi gara-gara berhasil nemuin celah keamanan di salah satu sistem publik mereka. Gokilnya lagi, semua itu dia pelajari secara autodidak.

Ibrahim yang merupakan siswa SDN 3 Genengsari, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, ternyata sudah lama penasaran sama dunia teknologi. Awalnya dia ngulik coding, lalu makin serius mendalami cybersecurity sejak awal 2026. Dari rasa penasaran itu, kemampuan Ibrahim terus berkembang sampai akhirnya berhasil mengidentifikasi kerentanan pada domain publik milik NASA.

Bukan buat iseng atau cari sensasi, Ibrahim justru memilih langkah yang benar. Temuan itu langsung ia laporkan lewat program Vulnerability Disclosure Policy (VDP) milik NASA, yaitu jalur resmi bagi para peneliti keamanan siber untuk melaporkan bug atau celah keamanan agar segera diperbaiki.

Hasilnya? Setelah menunggu hampir dua bulan, usaha Ibrahim akhirnya dibalas. Pada 9 Juli 2026, NASA mengirimkan sertifikat sekaligus surat apresiasi sebagai bentuk penghargaan karena laporannya ikut membantu meningkatkan keamanan sistem mereka.

Alhamdulillah, senang,” kata Ibrahim singkat saat dimintai tanggapan, Sabtu (18/7/2026).

Di balik pencapaian itu, ada proses belajar yang nggak instan. Ayah Ibrahim, Aminudin, mengatakan putranya memang suka menghabiskan waktu buat belajar sendiri lewat internet. Dari yang awalnya cuma belajar coding, Ibrahim kemudian fokus mengasah kemampuan di bidang keamanan siber hingga akhirnya bisa menemukan bug yang bahkan lolos dari perhatian banyak orang.

Kemarin bisa dapat sertifikat NASA itu karena nyari kerentanan di web NASA. Menemukan broken link hijacking. Terus dilaporkan lewat VDP. Lapornya sebenarnya sudah hampir dua bulan, tapi baru dibalas tanggal 9 Juli, dapat sertifikat itu,” ujar Aminudin.

Prestasi Ibrahim jadi bukti kalau umur bukan ukuran buat bikin karya besar. Di era digital seperti sekarang, siapa pun yang punya rasa ingin tahu dan mau terus belajar bisa punya kesempatan menembus panggung dunia. Bahkan, dari sebuah desa di Boyolali, seorang anak SD bisa ikut membantu meningkatkan keamanan sistem milik lembaga antariksa paling terkenal di dunia.

Harapannya, pencapaian Ibrahim nggak cuma jadi kebanggaan keluarga, tapi juga bisa nyulut semangat anak-anak Indonesia lainnya buat berani belajar teknologi, eksplorasi hal baru, dan nggak takut mengembangkan kemampuan sejak dini. Karena kadang, prestasi besar memang berawal dari rasa penasaran yang nggak pernah berhenti.