Manusiasenayan.id – Di politik, nggak semua orang harus viral buat bisa dipercaya. Ada juga yang memilih bekerja pelan, membangun rekam jejak sedikit demi sedikit, sampai akhirnya dikenal karena konsistensinya. Sosok itu bisa dilihat dari perjalanan Fadholi, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai NasDem, yang sudah tiga periode dipercaya masyarakat untuk duduk di Senayan.
Lahir di Kendal, Jawa Tengah, 21 Januari 1960, Fadholi tumbuh dari lingkungan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Pendidikan formalnya dimulai di SDN Jatirejo (1968–1974), kemudian melanjutkan ke MTs Sunan Abinawa Pegandon (1974–1978) dan PGAN Salatiga. Setelah itu ia menempuh pendidikan tinggi di IAIN Walisongo, lalu memperdalam ilmu dengan mengambil Program Studi Ilmu Komunikasi di STIKOM InterStudi sejak 2017. Perjalanan pendidikannya menunjukkan semangat belajar yang terus berlanjut, bahkan ketika telah aktif sebagai pejabat publik.
Sebelum menjadi anggota DPR RI, Fadholi lebih dulu dikenal sebagai pengusaha di bidang konstruksi. Pengalaman tersebut membawanya aktif dalam berbagai organisasi profesi seperti GAPENSI dan ASPEKINDO, yang membuatnya memahami persoalan pembangunan dari sisi pelaku usaha sekaligus masyarakat.
Jejak organisasinya juga cukup panjang. Saat masih mahasiswa, ia aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) pada 1982–1987. Di dunia politik, Fadholi pernah menjadi Sekretaris DPD I Partai Golkar Jawa Tengah periode 2004–2009. Setelah bergabung dengan Partai NasDem, ia dipercaya menjadi Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPW Partai NasDem Jawa Tengah periode 2014–2019, posisi strategis yang berperan dalam mengonsolidasikan kekuatan partai di tingkat provinsi.
Karier politiknya juga dibangun secara bertahap. Ia pernah menjabat sebagai Anggota DPRD Kota Salatiga periode 2004–2009, sebelum akhirnya terpilih menjadi Anggota DPR RI periode 2014–2019. Kepercayaan masyarakat terus meningkat hingga mengantarkannya kembali ke Senayan pada periode berikutnya.
Saat ini, Fadholi bertugas di Komisi V DPR RI, alat kelengkapan dewan yang membidangi infrastruktur, transportasi, pembangunan wilayah, perumahan rakyat, desa, hingga mitigasi bencana. Bidang tersebut sangat dekat dengan pengalaman profesionalnya sebagai pelaku konstruksi, sehingga dinilai menjadi bekal penting dalam mengawal berbagai kebijakan pembangunan nasional.
Menariknya, perjalanan Fadholi menunjukkan bahwa politik tidak selalu identik dengan popularitas. Ia lebih dikenal sebagai sosok yang membangun karier melalui proses panjang, mulai dari organisasi mahasiswa, organisasi profesi, kepengurusan partai, legislatif daerah, hingga akhirnya menjadi wakil rakyat di tingkat nasional.
Di tengah era ketika perhatian publik sering tertuju pada sosok yang ramai di media sosial, Fadholi justru menghadirkan pendekatan berbeda. Konsistensi, pengalaman lapangan, dan proses yang panjang menjadi modal utamanya. Itulah yang membuat perjalanan politiknya tetap relevan: bukan sekadar mengejar sorotan, tetapi terus menjaga kepercayaan masyarakat melalui kerja yang berkesinambungan.
