ManusiaSenayan.id – Drama soal upah minimum kayaknya bakal jadi “season panjang” di Senayan. Buruh minta upah minimum 2026 naik 10,5%, dan besok (30/9) mereka siap ngepung DPR buat nyampein tuntutan.

Ketua Apindo Bidang Ketenagakerjaan, Bob Azam, nggak tinggal diam. Ia minta semua pihak ngerem dulu biar suasana nggak makin panas.
Kita ada sosial dialog dan tripartite forum, kenapa tidak dimaksimalkan. Mengingat situasi politik dan keamanan kita sedang rawan. Mestinya kita menahan diri jangan melihat satu hal saja,” ujar Bob (29/9).

Menurut Bob, jangan jadikan upah minimum sebagai satu-satunya “obat mujarab” buat kesejahteraan.
“Mestinya kita tidak melihat upah minimum hanya sebagai satu-satunya faktor kesejahteraan pekerja, tapi ecosystem pengupahan yang harus dikembangkan dan social dialogue-nya,” tambahnya.

Di sisi lain, Said Iqbal, Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, udah kasih “teaser” demo lanjutan. Katanya, aksi 22 September kemarin baru pemanasan.
“Memang tanggal 22 September ketika aksi buruh KSPSI AGN dan KSPI, Mbak Puan sebagai Ketua DPR sudah menerima tapi belum detail. Nanti kita buka tanggal 30 September, pimpinan DPR bisa menerima kembali, kita akan sampaikan detail,” jelas Said.

Ada tiga poin besar yang bakal dibawa: hapus sistem outsourcing, naikkan upah minimum 8,5–10,5%, dan reformasi pajak (termasuk naikin ambang batas PTKP jadi Rp 7,5 juta/bulan plus bahas pajak THR dan pesangon).

Jadi, sementara buruh udah siap long march ke DPR, pengusaha minta rembukan di forum. DPR? Lagi-lagi jadi panggung drama ketenagakerjaan yang entah kapan tamatnya.