Manusiasenayan.id – Lagi rame soal antrean panjang di SPBU? Tenang dulu, jangan langsung panik apalagi buru-buru borong BBM. Komisi XII DPR RI memastikan stok BBM nasional masih aman dan cukup buat memenuhi kebutuhan masyarakat. Jadi, nggak ada alasan buat panic buying yang malah bikin antrean makin mengular.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bareng Kepala BPH Migas Wahyudi Anas, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, dan jajaran General Manager Marketing Operation Region (MOR) I sampai VIII di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Dari hasil rapat, Pertamina Patra Niaga memastikan stok BBM di seluruh terminal dan depot nasional masih aman. Artinya, pasokan buat masyarakat tetap tersedia. Jadi kalau lihat antrean di SPBU, bukan berarti stoknya habis.

“Stok BBM kita cukup, tidak ada masalah. Kami berharap masyarakat tidak panic buying karena justru bisa bikin antrean makin panjang, padahal stoknya aman,” kata Bambang.

Bambang juga membawa kabar yang bikin lega. Harga BBM subsidi dipastikan nggak bakal berubah sampai akhir tahun fiskal 2026. Pemerintah sudah memberikan jaminan, dan DPR RI bakal terus mengawal komitmen itu supaya masyarakat tetap bisa menikmati BBM subsidi dengan harga yang sama.

Meski begitu, DPR nggak menutup mata soal antrean panjang yang belakangan muncul di sejumlah SPBU. Setelah ditelusuri, salah satu penyebabnya adalah makin banyak masyarakat yang beralih dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi. Di beberapa daerah, kenaikan konsumsi bahkan tembus sekitar 10 sampai 15 persen.

Nggak cuma itu, DPR juga menyoroti dugaan adanya oknum yang menyalahgunakan BBM subsidi. Modusnya, membeli BBM subsidi dalam jumlah besar lalu menjualnya lagi kepada pihak yang sebenarnya nggak berhak. Praktik kayak gini dinilai bikin distribusi terganggu dan antrean makin parah.

Makanya, Komisi XII DPR RI meminta Pertamina Patra Niaga buat gerak cepat. Mulai dari menambah armada mobil tangki, memperbanyak personel distribusi, memperpanjang jam operasional SPBU, sampai mempercepat pengiriman BBM dari terminal ke SPBU supaya kondisi bisa segera normal.

Di sisi lain, Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, memastikan penyaluran Pertalite, Biosolar, dan minyak tanah masih berjalan aman. Saat ini, BPH Migas bersama Pertamina terus ngebut melakukan normalisasi distribusi sekaligus memperketat pengawasan terhadap penyalahgunaan BBM subsidi lewat operasi lapangan bersama aparat penegak hukum.

“Kami mengimbau masyarakat beli BBM secukupnya, sesuai kebutuhan. Kami optimistis antrean bisa kembali normal dalam satu sampai dua hari ke depan,” ujar Wahyudi.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga menegaskan stok BBM dan LPG nasional bahkan lebih dari cukup. Menurutnya, tantangan yang sekarang dihadapi bukan soal stok, tapi soal mempercepat distribusi ke SPBU agar pasokan lebih cepat sampai ke masyarakat.

Jadi intinya, stok aman, harga BBM subsidi tetap, distribusi lagi dikebut. Yang paling penting sekarang, masyarakat diminta tetap tenang dan beli BBM sesuai kebutuhan. Soalnya kalau semua ikut panik dan borong, justru antreannya yang makin panjang.