Manusiasenayan.id – Delegasi DPR RI lewat Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) ikut nimbrung di panggung global lewat Sidang Umum ke-152 Inter-Parliamentary Union yang digelar di Istanbul pada 15–19 April 2026. Nggak sekadar hadir, mereka datang bawa suara penting: soal inklusi dan hak penyandang disabilitas yang masih sering dipinggirkan.

Tim Indonesia dipimpin Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Muhammad Husein Fadlulloh, bareng Irine Yusiana Roba Putri dari Fraksi PDI-Perjuangan, serta Ruby Chairani Syiffadia dari Fraksi Gerindra. Di forum itu, mereka ngegas dorong pentingnya kesetaraan buat penyandang disabilitas, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016.

Ruby jadi salah satu yang paling vokal. Dalam sesi bahas demokrasi dan HAM, dia blak-blakan bilang kalau inklusi itu bukan sekadar jargon. Dengan jumlah penyandang disabilitas di dunia yang tembus satu miliar orang, isu ini nggak bisa lagi dianggap sampingan.

“Bikin undang-undang itu baru langkah awal. Tantangan sebenarnya ada di implementasi,” tegas Ruby.

Menurutnya, parlemen harus gerak lebih serius. Mulai dari bikin target yang jelas, ningkatin pengawasan, sampai ngerapihin sistem data biar kebijakan nggak salah sasaran. Nggak kalah penting, negara juga harus berani all out soal anggaran—terutama buat infrastruktur ramah disabilitas, teknologi bantu, pendidikan inklusif, sampai dukungan kerja.

Nggak berhenti di situ, Ruby juga nyorot pentingnya pemberdayaan ekonomi. Dia dorong pembukaan lapangan kerja yang layak, penerapan kuota tenaga kerja disabilitas, dan pengembangan kewirausahaan. Intinya, penyandang disabilitas harus punya ruang buat mandiri dan berkembang.

Yang paling krusial, kata Ruby, adalah soal pelibatan langsung. “Kebijakan itu harus disusun bareng penyandang disabilitas, bukan cuma untuk mereka. Suara mereka wajib masuk ke proses pengambilan keputusan,” ujarnya.

Pesan ini jelas: pembangunan inklusif bukan cuma soal melindungi, tapi juga memastikan semua orang punya kesempatan yang sama buat berkontribusi. Kalau itu jalan, hasilnya bukan cuma adil, tapi juga bikin masyarakat lebih produktif dan tahan banting.

Lewat forum IPU ini, Indonesia juga nunjukin komitmennya buat terus kolaborasi dengan dunia internasional dalam mendorong pembangunan yang lebih inklusif dan berkeadilan. Singkatnya, Indonesia lagi bilang ke dunia: kita serius soal inklusi, dan ini bukan sekadar wacana.