Manusiasenayan.id – Di saat banyak politisi sekarang sibuk ngejar viral dan rame-rame bikin pencitraan, Fadel Muhammad malah tampil beda. Gayanya santai, nggak terlalu banyak gimmick, tapi rekam jejaknya susah buat disepelein. Dari dunia bisnis, birokrasi, sampai politik nasional, namanya udah muter lama banget dan masih relevan sampai sekarang.

Lahir di Kota Ternate, 20 Mei 1952, Fadel bukan tipe tokoh yang kariernya instan karena momentum politik doang. Sebelum masuk pemerintahan, dia udah lebih dulu kenyang di dunia industri dan bisnis. Bareng teman-teman kuliahnya, Fadel ngebangun PT Bukaka Teknik Utama tahun 1978. Awalnya cuma perusahaan teknik kecil yang ngerjain alat-alat mesin mekanik, tapi lama-lama berkembang jadi raksasa industri yang masuk ke sektor infrastruktur, energi, sampai telekomunikasi.

Yang bikin banyak orang respect, Bukaka berhasil IPO tahun 1994, sesuatu yang nggak gampang buat perusahaan teknik lokal pada masa itu. Fadel sendiri waktu itu jadi CEO sebelum akhirnya cabut dari posisi tersebut tahun 1997. Jadi kalau ada yang bilang dia cuma politisi biasa, jelas kurang pas. Sebelum main politik, dia udah lebih dulu ngebangun bisnis gede.

Masuk ke dunia publik, Fadel juga nggak main-main. Dia udah jadi anggota MPR RI sejak 1992 dan aktif di KADIN Indonesia. Tapi nama Fadel mulai benar-benar naik waktu jadi Gubernur Gorontalo periode 2001–2009. Banyak orang nganggep dia salah satu figur penting yang ikut ngebentuk arah pembangunan Gorontalo sebagai provinsi baru.

Di masa itu, Fadel dikenal punya cara mikir yang beda. Dia sering ngomong soal pemerintahan yang harus inovatif dan nggak cuma sibuk ngurus administrasi doang. Bahkan dia sempat ngomong di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa soal konsep “Reinventing Government”, yang intinya pemerintah harus kreatif dan adaptif buat nyelesain masalah rakyat.

Kariernya makin naik waktu ditunjuk jadi Menteri Kelautan dan Perikanan RI tahun 2009. Setelah itu, dia lanjut jadi anggota DPR RI periode 2014–2019, lalu pindah ke DPD RI mewakili Gorontalo. Nggak cuma duduk biasa, Fadel bahkan sempat jadi Pimpinan MPR RI periode 2019–2024.

Di Pemilu 2024 kemarin, Fadel balik lagi terpilih jadi Anggota DPD RI Periode 2024–2029 dari Gorontalo dengan raihan 242.732 suara. Buat ukuran politik sekarang, angka itu nunjukkin kalau pengaruhnya masih kuat dan basis pendukungnya masih solid.

Yang menarik, Fadel juga punya sisi akademik yang nggak receh. Dia dapet gelar doktor Administrasi Publik dari Universitas Gadjah Mada dengan predikat cumlaude. Bahkan tahun 2018, dia resmi jadi Profesor bidang Kewirausahaan Sektor Publik dari Universitas Brawijaya.

Di luar politik, Fadel juga aktif di organisasi dan pendidikan Islam. Dia jadi bagian dari ICMI dan udah lebih dari 20 tahun mimpin Yayasan Pendidikan Al-Khairaat, salah satu lembaga pendidikan Islam terbesar di kawasan timur Indonesia.

Deretan penghargaan yang dia dapet juga panjang banget. Mulai dari UPAKARTI, Satyalancana Pembangunan, sampai penghargaan prestisius negara Bintang Mahaputera Adipradana tahun 2014.

Di tengah politik yang sekarang kadang lebih rame konten dibanding kerja nyata, sosok kayak Fadel Muhammad jadi pengingat kalau pengalaman panjang dan rekam jejak tetap punya nilai di panggung politik Indonesia.