Manusiasenayan.id – Kasus penggerebekan markas judi online di Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat, masih rame banget dibahas netizen. Soalnya, kasus ini bukan level receh. Yang dibongkar Bareskrim Polri ternyata diduga jadi salah satu markas besar sindikat digital lintas negara yang udah lama main di Indonesia.
Dalam operasi yang digelar Kamis (7/5/2026) itu, polisi nyeret 320 warga negara asing sekaligus. Isinya mayoritas warga Vietnam, lalu ada juga dari China, Myanmar, Laos, Thailand, Malaysia, sampai Kamboja. Banyak netizen langsung geleng-geleng kepala karena jumlahnya segede itu dan operasinya bisa jalan cukup lama di Indonesia.
Anggota Komisi XIII DPR RI, Meity Rahmatia, ikut buka suara soal kasus ini. Menurut dia, pemerintah nggak bisa lagi santai lihat sindikat model begini tumbuh di Indonesia. Karena kalau terus dibiarkan, Indonesia bisa pelan-pelan berubah jadi “tempat nyaman” buat jaringan kejahatan internasional.
“Kehadiran para sindikat judi, penipuan online, ditambah narkoba, secara pelan-pelan akan menjadikan Indonesia sebagai sarang kejahatan internasional, yang tidak hanya mencari keuntungan ekonomi, tapi juga merusak generasi bangsa,” kata Meity dalam keterangannya.
Meity curiga para pelaku ini adalah jaringan yang sebelumnya beroperasi di kawasan Indochina kayak Kamboja, Vietnam, Laos, Thailand, dan Myanmar. Tapi karena di sana lagi banyak operasi pengejaran sindikat online, mereka diduga mulai geser cari wilayah baru yang dianggap lebih aman buat jalanin bisnis ilegalnya.
Dan yang bikin makin serem, menurut Meity, kasus ini nunjukkin kalau Indonesia sekarang udah mulai dilirik sebagai tempat operasi baru. Apalagi sebelumnya Direktorat Jenderal Imigrasi juga sempat bongkar kasus serupa di Batam.
Makanya, dia bilang kasus ini harus dianggap sebagai alarm bahaya buat negara. Bukan cuma soal judi online, tapi soal keamanan nasional juga.
“Aktivitas mereka sangat mengancam stabilitas negara. Kok bisa ada orang asing beraktivitas dan berkumpul untuk melakukan kejahatan di negara kita secara rutin, dalam jumlah besar pula,” tegasnya.
Meity juga nyentil kemungkinan adanya bantuan “orang dalam” yang bikin jaringan ini bisa jalan mulus. Sebab menurutnya, hampir nggak mungkin ratusan orang asing bisa bikin operasi sebesar itu tanpa ada akses dan perlindungan dari oknum tertentu.
Kalau pemerintah nggak gerak cepat, dia khawatir Indonesia bakal dicap dunia luar sebagai negara yang gampang ditembus sindikat internasional. Padahal, posisi Indonesia di Asia Tenggara selama ini cukup diperhitungkan.
“Sebagai negara yang diperhitungkan di Asia, apalagi Asia Tenggara, Indonesia tak boleh mendapat stigma tersebut. Mereka harus diperangi, termasuk membongkar dalang-dalang dari dalam,” pungkas politisi asal Sulawesi Selatan itu.
