Manusiasenayan.id – Drama nasib guru honorer ternyata belum selesai juga. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati, mulai ngomong tegas soal kondisi tenaga pendidik non-ASN yang sampai sekarang masih serba nggak pasti. Menurut dia, pemerintah jangan cuma kasih solusi tambal sulam tiap tahun, tapi harus mulai kasih kepastian status buat guru-guru yang udah lama ngajar dan bertahan di sekolah.

Semua ini muncul setelah terbitnya SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026 yang bikin guru non-ASN masih bisa ngajar sampai 31 Desember 2026. Dana BOS juga masih boleh dipakai buat bayar mereka selama masa transisi itu. Tapi masalahnya, habis itu gimana?

Nah, itu yang disorot Esti.

Menurut politisi Fraksi PDI Perjuangan itu, kalau memang para guru ini masih dibutuhin dan udah ngasih pengabdian bertahun-tahun buat pendidikan, ya jangan terus-terusan ditaruh di posisi honorer yang statusnya nggak jelas.

“Kalau memang dibutuhkan ya langsung aja masukin ke ASN. Bisa PNS, bisa PPPK,” tegas Esti saat kunjungan kerja Komisi X DPR RI di Surakarta, Jawa Tengah.

Buat Esti, kondisi sekarang tuh udah nggak relevan lagi kalau guru masih cuma dikasih harapan tiap tahun tanpa kepastian. Soalnya yang terjadi di lapangan, banyak sekolah masih kekurangan tenaga pengajar, terutama di daerah-daerah.

Ironisnya, di saat kebutuhan guru masih tinggi, banyak tenaga pendidik malah hidup dalam status yang serba nanggung. Ada yang masih honorer, ada juga yang masuk skema PPPK Paruh Waktu yang sampai sekarang aturannya aja masih bikin bingung.

Esti bahkan bilang status PPPK Paruh Waktu itu masih abu-abu dan perlu dibahas serius bareng pemerintah. Jangan sampai dunia pendidikan malah nambah ribet cuma gara-gara regulasinya nggak jelas.

Dia juga nyorot pentingnya komunikasi antara Kemendikdasmen dan Kemenpan-RB supaya distribusi guru di daerah bisa lebih beres. Karena menurutnya, masalah pendidikan itu bukan cuma soal gedung sekolah atau kurikulum doang, tapi juga soal siapa yang ngajar di kelas.

“Guru honorer dan PPPK Paruh Waktu harus dapat kepastian. Termasuk kepastian mereka bisa masuk ASN sesuai aturan,” lanjutnya.

Komisi X DPR RI sendiri ngaku bakal terus ngawal proses penataan tenaga honorer supaya transisinya nggak bikin guru makin capek mental. Apalagi banyak dari mereka yang udah puluhan tahun ngajar tapi statusnya masih belum aman.

Diketahui, SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026 yang diteken 13 Maret 2026 mengatur guru non-ASN yang sudah masuk Dapodik sebelum 31 Desember 2024 tetap bisa mengajar dan menerima gaji selama masa transisi. Sementara itu, pemerintah juga melarang pengangkatan honorer baru sambil proses penataan ASN berjalan.