Manusiasenayan.id – Kalau lo kira semua senator itu datang dari jalur politik praktis yang “main aman”, cerita H. Jelita Donal, Lc. bisa bikin lo nengok dua kali. Lahir di Pariaman, Sumatera Barat, sosok ini bukan cuma bawa nama daerah ke level nasional, tapi juga bawa bekal keilmuan yang nggak main-main.
Di periode 2024–2029, Jelita Donal resmi mengemban amanah sebagai anggota DPD RI dengan nomor anggota B-11, mewakili dapil Sumbar. Statusnya jelas: senator daerah. Artinya, ia berdiri bukan sebagai kader partai, tapi sebagai representasi langsung kepentingan masyarakat Sumatera Barat di Senayan.
Background pendidikannya solid banget. Ia merupakan lulusan Al Azhar University, Cairo, salah satu kampus Islam paling prestisius di dunia. Di sana, ia mendalami jurusan Hadits dan lulus tahun 2002. Buat yang paham, Al Azhar itu bukan sekadar kampus—itu kawah candradimuka ulama dan cendekiawan Muslim global. Jadi bisa kebayang, fondasi keilmuan agama yang ia pegang itu kuat dan teruji.
Sebagai seorang pria beragama Islam, identitas religius bukan cuma formalitas buat Jelita Donal. Nilai-nilai keislaman yang ia pelajari sejak muda jadi kompas moral dalam menjalankan tugas sebagai wakil daerah. Di tengah dinamika politik nasional yang sering panas, ia mencoba tetap berpijak pada prinsip etika dan integritas.
Tapi jangan salah, ia bukan tipe tokoh yang cuma kuat di wacana. Dalam riwayat organisasinya, Jelita Donal pernah menjabat sebagai Ketua BKsPPI pada tahun 2020. Pengalaman memimpin organisasi ini menunjukkan kapasitas manajerial dan kepemimpinannya sudah terasah sebelum duduk di kursi DPD.
Sebagai wakil dari Sumbar, Jelita Donal membawa semangat kedaerahan yang kental. Ia sadar betul bahwa DPD RI punya peran strategis dalam memperjuangkan aspirasi daerah, terutama terkait kebijakan pusat yang berdampak langsung ke masyarakat lokal. Dari isu pembangunan, kesejahteraan umat, sampai penguatan nilai sosial-keagamaan, semuanya jadi bagian dari perjuangannya.
Gaya kepemimpinannya bisa dibilang kombinasi antara intelektual dan akar rumput. Latar belakang akademik dari Kairo memberi perspektif global, sementara identitasnya sebagai putra daerah Pariaman bikin ia tetap grounded. Buatnya, kursi di Senayan bukan simbol status, tapi ruang tanggung jawab.
Singkatnya, H. Jelita Donal, Lc. adalah representasi senator dengan basis keilmuan agama yang kuat, pengalaman organisasi yang matang, dan komitmen membela daerah. Dari Pariaman ke Senayan, langkahnya nunjukkin satu hal: politik bisa jadi jalan pengabdian, asal dijalani dengan ilmu, integritas, dan keberpihakan yang jelas ke rakyat.
