Manusiasenayan.id – Kehadiran polisi kali ini nggak cuma soal keamanan, tapi juga soal aksi nyata buat bantu rakyat. Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, langsung turun ke Kepulauan Meranti dan kasih bantuan konkret buat nelayan di Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat.

Dalam kunjungan kerjanya, ia menyerahkan 20 unit mesin ketinting—alat penting yang jadi “nyawa” bagi aktivitas melaut warga pesisir. Kegiatan ini digelar di Aula Tantya Sudhirajati Polres Kepulauan Meranti, Senin (31/3/2026), dan dihadiri jajaran pejabat penting, mulai dari PJU Polda Riau, Wakil Bupati Muzammil Baharuddin, hingga unsur Forkopimda.

Dalam sambutannya, Kapolda menegaskan bahwa Polri sekarang nggak bisa cuma fokus di penegakan hukum. Menurutnya, polisi juga harus aktif hadir sebagai penggerak kesejahteraan masyarakat.

“Potensi masyarakat pesisir itu besar, tapi sering terhambat karena keterbatasan alat. Bantuan ini kita harapkan bisa dongkrak produktivitas nelayan,” tegas Herry.

Ia juga mengingatkan pentingnya semangat gotong royong atau human solidarity antara aparat, pemerintah, dan masyarakat. Menurutnya, tanpa kolaborasi, pembangunan nggak bakal maksimal.

Dorong Ekonomi Nelayan Pesisir

Bantuan ini langsung dirasakan dampaknya oleh nelayan. Total ada 20 orang penerima manfaat dari Desa Bokor yang kini punya peluang lebih besar untuk meningkatkan hasil tangkapan.

Camat Rangsang Barat, Jefri, mengaku bantuan ini memang sudah lama ditunggu warga. Ia menyebut mesin ketinting sebagai urat nadi ekonomi nelayan setempat.

“Ini bukan sekadar bantuan, tapi penopang hidup masyarakat. Kami harap bisa dijaga dan dimanfaatkan maksimal,” ujarnya.

Dengan adanya mesin ini, nelayan bisa melaut lebih jauh, lebih cepat, dan tentu saja lebih efisien. Artinya, peluang peningkatan penghasilan juga makin terbuka lebar.

Aksi Lingkungan dan Bangun Kepercayaan Publik

Nggak cuma fokus ke ekonomi, Kapolda Riau juga ngajak rombongan untuk peduli lingkungan. Mereka melakukan penanaman bibit pohon jambu madu dan mangga di area Mapolres sebagai simbol komitmen keberlanjutan.

Langkah ini jadi pesan bahwa pembangunan nggak cuma soal hari ini, tapi juga masa depan. Lingkungan tetap harus dijaga sambil ekonomi terus bergerak.

Kunjungan ini juga dinilai penting untuk memperkuat public trust atau kepercayaan masyarakat terhadap Polri, khususnya di wilayah perbatasan seperti Kepulauan Meranti.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh kehangatan. Ini jadi bukti kalau sinergi antara polisi, pemerintah daerah, dan masyarakat bisa benar-benar menghasilkan dampak nyata.