Manusiasenayan.id – Kejadian luar biasa (KLB) campak yang muncul lagi di beberapa daerah tuh bukan sekadar kabar lewat—ini udah jadi alarm serius buat sistem kesehatan kita. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Putih Sari, langsung angkat suara dan dorong pemerintah buat ngebut beresin tata kelola imunisasi biar perlindungan masyarakat makin solid.
Menurut Putih, campak itu masuk kategori Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I), tapi tetap aja jadi ancaman karena tingkat penularannya gila cepat. Jadi jangan santai duluan. Dia nyampein hal ini pas mimpin Rapat Kerja bareng Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Senayan, bahas mulai dari KLB penyakit menular, evaluasi program imunisasi, sampai pemulihan layanan kesehatan di Aceh dan Sumatera.
“Ini jadi peringatan buat kita semua. Campak itu bisa dicegah, tapi kalau cakupan vaksinasi belum maksimal, ya tetap rawan. Kita harus kejar herd immunity,” tegas Putih.
Masalahnya, capaian imunisasi di beberapa wilayah masih belum nyampe target. Artinya, sistem vaksinasi kita masih perlu di-upgrade—baik dari sisi distribusi, akses, sampai manajemen lapangan. Komisi IX juga nyorot soal disinformasi yang makin brutal, bikin kepercayaan masyarakat ke vaksin jadi goyah.
Yang menarik, penolakan vaksin nggak cuma terjadi di daerah terpencil karena alasan klasik kayak isu agama. Justru di kota-kota besar, tren antivaksin makin naik gara-gara hoaks yang berseliweran di media sosial. Banyak yang ngerasa cukup mengandalkan imun alami karena gaya hidup sehat, padahal itu nggak selalu cukup buat lawan penyakit menular.
“Ini yang bahaya. Orang merasa sehat, terus yakin imun tubuhnya kuat, padahal nggak semua penyakit bisa dilawan tanpa vaksin,” lanjut Putih.
Selain itu, faktor akses juga masih jadi PR. Di daerah, fasilitas kesehatan terbatas. Di kota, masalahnya beda lagi—orang tua sibuk kerja, jadwal layanan kurang fleksibel. Ujung-ujungnya, anak jadi telat atau bahkan nggak ikut vaksinasi.
Putih Sari menegaskan, pemerintah harus benahin sistem dari hulu ke hilir. Mulai dari edukasi publik, lawan hoaks, sampai bikin layanan vaksinasi yang lebih ramah dan gampang diakses.
Intinya simpel: kalau mau KLB kayak gini nggak kejadian lagi, semua pihak harus gerak bareng. Jangan tunggu kejadian makin parah baru panik.
