ManusiaSenayan.id Menjelang Natal dan Tahun Baru (alias musim diskon dan lampu kelap-kelip), Komisi VII DPR RI nggak mau ambil risiko. Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses, Sugeng Suparwoto, wanti-wanti agar pasokan energi di Papua tetap aman, andal, dan tanpa insiden.

“Target kita adalah zero accident sehingga masyarakat dapat merayakan hari besar agama dan pergantian tahun tanpa hambatan pelayanan energi,” ujar Sugeng.

Bahasa santainya? Pokoknya jangan sampai pas lagi nyanyi “Malam Kudus” malah lampunya ikut “mati kudus”. PLN dan Pertamina diminta standby full power biar nggak ada drama listrik ngambek atau BBM telat datang.

Papua memang punya tantangan ekstra. Akses energi di sana kadang kayak sinyal di gunung — ada tapi nggak stabil. Jadi, DPR nyuruh dua BUMN itu lebih waspada dan siapin mitigasi dari jauh-jauh hari.

Tapi Sugeng nggak cuma ngomong soal keandalan doang. Ia juga ingetin soal harga energi yang harus tetap ramah di kantong rakyat.
“Tidak hanya handal, namun energi harus terjangkau,” tambahnya.

Nah, ini baru vibes Nataru yang diharapkan: terang, aman, dan nggak bikin kantong bolong. DPR berharap dengan pengawasan ketat, semua warga Papua bisa rayain Natal dan Tahun Baru tanpa “mati gaya” gara-gara listrik padam.

Jadi, PLN, Pertamina, you got one job — jaga biar semuanya tetap nyala, dari lampu natal sampai semangat rakyat Papua.