Manusiasenayan.id – Sektor peternakan sapi perah di Salatiga lagi dilirik serius. Bukan cuma soal produksi susu doang, tapi gimana caranya biar hasil ternak ini bisa naik level jadi industri yang punya nilai tambah tinggi. Hal ini kebahas dalam kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke Koperasi Ngudi Luhur.

Anggota Komisi IV, Rina Sa’adah, langsung blak-blakan soal masalah klasik yang masih ngeganjel: akses modal. Menurutnya, penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di sektor peternakan susu masih rendah banget. Padahal, ini bisa jadi “bensin” buat peternak rakyat biar bisa berkembang lebih jauh.

Rina juga nggak cuma ngomong doang. Dia mendorong pemerintah dan pihak terkait buat lebih serius ngawal akses permodalan ini. Soalnya, tanpa dukungan finansial yang jelas, peternak bakal stuck di situ-situ aja.

“Untuk UMKM, KUR itu masih sangat minim terserap oleh para peternak susu. Ini harus dikawal juga oleh pemerintah supaya akses modal mereka makin gampang,” kata Rina.

Nggak berhenti di situ, dia juga ngelihat Salatiga punya posisi strategis karena deket sama Semarang dan Surakarta. Artinya? Peluang pasar kebuka lebar banget kalau dikelola dengan serius.

Makanya, Rina ngajak peternak buat nggak cuma jual susu mentah. Dia pengen ada inovasi lewat produk turunan kayak yogurt, keju, atau olahan lain yang punya harga jual lebih tinggi. Dengan begitu, peternak bisa dapet cuan lebih, bukan sekadar bertahan.

“Produk susu di sini bisa dikembangkan jadi sesuatu yang punya nilai tambah tinggi. Banyak banget potensi yang belum digarap maksimal,” lanjutnya.

Di sisi lain, Rina juga menegaskan kalau pemerintah, baik pusat maupun daerah, harus hadir. Nggak cuma kasih wacana, tapi benar-benar bantu dari sisi permodalan sampai buka akses pasar yang lebih luas.

Kalau semua ini jalan, bukan nggak mungkin peternak di Salatiga bisa naik kelas. Dari yang tadinya cuma produsen susu biasa, jadi pelaku industri yang punya daya saing dan tentunya lebih sejahtera.