Manusiasenayan.id – Kalau bicara soal tokoh muda dari Bali yang jalannya beda dari politisi kebanyakan, nama Dr. Shri I.G.N. Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III hampir pasti muncul. Sosok yang lebih dikenal publik sebagai Arya Wedakarna (AWK) ini bukan cuma senator biasa. Ia dikenal sebagai figur yang punya gelora muda, intelektual, dan karakter revolusioner dalam perjalanan kariernya.

Arya Wedakarna lahir di Kota Denpasar pada 23 Agustus 1980 dan memeluk agama Hindu. Sejak muda, AWK sudah menunjukkan ketertarikan besar pada dunia akademik dan kepemimpinan. Nggak heran kalau perjalanan pendidikannya cukup serius dan berlapis.

Untuk jenjang sarjana, ia menempuh pendidikan S1 Manajemen Transportasi Udara di STMT Trisakti Jakarta, yang fokus pada dunia penerbangan. Tapi AWK nggak berhenti di satu bidang saja. Ia juga mengambil S1 Sosial Politik di Universitas Mahendradatta Denpasar. Kombinasi dua disiplin ilmu ini membuat perspektifnya cukup luas, dari urusan transportasi sampai kebijakan publik.

Perjalanan akademiknya berlanjut ke jenjang yang lebih tinggi. Arya Wedakarna kemudian menempuh S2 Manajemen Ilmu Pemerintahan di Universitas Satyagama Jakarta. Setelah itu ia melanjutkan lagi hingga meraih S3 Ilmu Pemerintahan di Universitas Satyagama Jakarta.

Yang bikin kisah akademiknya makin menarik, AWK pernah mencatat prestasi yang cukup langka. Ia dinobatkan oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Doktor Ilmu Pemerintahan Termuda di Indonesia saat berusia 27 tahun. Nggak cuma itu, ia juga mendapat pengakuan sebagai Rektor Universitas Termuda di Indonesia pada usia 28 tahun. Prestasi ini membuat namanya cukup dikenal di kalangan akademik nasional.

Masuk ke dunia politik, perjalanan AWK dimulai ketika ia terpilih sebagai Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari Daerah Pemilihan Bali. Karier politiknya dimulai pada periode 2014–2019, lalu berlanjut pada periode 2019–2024.

Dalam Pemilu 2024, Arya Wedakarna kembali mendapatkan kepercayaan dari masyarakat Bali. Ia kembali terpilih menjadi senator dengan perolehan suara mencapai 378.300 suara, yang mengantarkannya duduk sebagai Anggota DPD RI periode 2024–2029.

Sebagai wakil daerah, AWK dikenal cukup vokal dalam menyuarakan berbagai isu yang berkaitan dengan kepentingan Bali, mulai dari budaya, identitas daerah, hingga kebijakan nasional yang berdampak pada masyarakat lokal.

Di tengah dunia politik yang sering terasa formal dan kaku, Arya Wedakarna hadir dengan gaya yang berbeda. Perpaduan antara latar akademik kuat, usia yang relatif muda saat mencapai berbagai prestasi, dan keberanian menyuarakan gagasan membuatnya menjadi salah satu figur senator yang cukup menonjol di Senayan.

Bagi sebagian orang, AWK adalah simbol anak muda yang berani masuk ke politik dengan cara sendiri. Dari doktor termuda, rektor termuda, hingga tiga periode menjadi senator, perjalanan Arya Wedakarna menunjukkan bahwa jalur menuju politik nasional bisa dimulai dari kombinasi pendidikan, keberanian, dan ambisi besar untuk membawa suara daerah ke panggung nasional.