ManusiaSenayan.id – Di tengah euforia musim haji 2025, ternyata ada satu drama yang gak kalah bikin geleng-geleng: banyak jemaah haji asal Indonesia wafat di Tanah Suci, terutama para lansia dan yang punya penyakit kronis. Waduh!

Anggota Timwas Haji DPR RI, dr. Edy Wuryanto, muncul bak wasit pertandingan, ngingetin kalau yang punya hak veto soal siapa yang layak naik haji tuh bukan Kemenag, tapi Kemenkes! Yup, urusan “istitha’ah” alias kemampuan fisik buat ibadah, full di bawah komando Kemenkes.

“Jangan mentang-mentang udah nabung puluhan tahun, lalu nekat berangkat meski badan udah tinggal semangat doang,” sindir Edy (kurang lebih begitu, lah).

Masalahnya, kata Edy, pemerintah Arab Saudi udah ngelirik tajam ke Indonesia gara-gara angka kematian jemaah kita tinggi banget, kayak lagi nonton sinetron episode terakhir tiap hari. Maka dari itu, Edy bilang skrining kesehatan jangan cuma formalitas: dicek beneran, bukan cuma “asal lolos asal jalan”.

Dan soal batas usia 90 tahun buat haji? Menurut Edy, itu bukan rumus mutlak. “Bila ada calon jemaah dengan risiko tinggi yang kemungkinan besar tidak mampu menjalankan rangkaian ibadah haji, maka sebaiknya tidak diberangkatkan

Dan keputusan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kementerian Kesehatan,” katanya (oke, ini agak hiperbolis, tapi you get the point).

Jadi nih ya, sebelum berangkat haji, tolong dicek dulu kesehatan, jangan sampe niatnya naik level spiritual malah berujung level akhir kehidupan.

Haji itu berat, gengs. Gak cukup cuma kuat iman, tapi juga kuat jantung, ginjal, paru, dan tentu aja logistik. Jangan cuma siap batin, siap oksigen juga dong.