Manusiasenayan.id – Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, urusan harga bahan pangan memang selalu jadi sorotan. Nah, kali ini pemerintah nggak mau kecolongan. Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono dengan tegas bilang: pedagang yang jual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) bakal langsung kena tindakan.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Sudaryono ngajak masyarakat buat ikut aktif ngawasin. Kalau nemu harga yang nggak wajar, jangan cuma ngeluh—langsung laporin aja. Bahkan, dia bilang laporan bisa lewat berbagai jalur, termasuk media sosial.

“Kalau ada harga di atas HET, laporkan saja. Bisa lewat ‘Lapor Pak Amran’, bisa juga diviralkan,” tegasnya.

Langkah ini bukan sekadar wacana. Pemerintah sudah ngebentuk satgas gabungan yang fokus ngawasin distribusi dan harga pangan di lapangan. Satgas ini melibatkan Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, sampai aparat penegak hukum dari Bareskrim Polri. Jadi, bukan main-main.

Sudaryono juga ngingetin soal potensi permainan nakal yang sering muncul saat momen besar kayak Ramadan. Mulai dari penimbunan barang sampai harga yang sengaja dinaikkan demi keuntungan pribadi.

“Kalau ada yang cari untung dengan cara curang, izin usaha bisa dicabut, bahkan bisa diproses pidana kalau ada unsur kesengajaan,” jelasnya.

Menurut dia, pemerintah sudah punya rekam jejak dalam menindak pelanggaran serupa. Jadi pelaku usaha diminta jangan coba-coba “main api”, apalagi untuk komoditas penting seperti beras, cabai, ayam, dan jagung—yang jelas-jelas menyangkut kebutuhan banyak orang.

Yang menarik, pengawasan ini juga langsung dipantau dari level tertinggi. Presiden Prabowo disebut ikut turun tangan memonitor perkembangan harga pangan secara intens.

“Pak Presiden itu aktif memantau. Dari laporan kementerian, media, sampai laporan masyarakat—semuanya diperhatikan,” kata Sudaryono.

Artinya, kalau ada lonjakan harga yang nggak masuk akal, pemerintah bisa langsung ambil langkah cepat.

Situasi ini jadi sinyal kuat kalau pemerintah serius menjaga stabilitas harga pangan, terutama di momen sensitif seperti Ramadan dan Lebaran. Di sisi lain, masyarakat juga punya peran penting sebagai “mata tambahan” di lapangan.

Jadi, kalau nemu harga yang bikin geleng-geleng kepala, jangan diam. Sekarang waktunya ikut bergerak, biar pasar tetap fair dan kebutuhan pokok tetap terjangkau.