ManusiaSenayan.id – Presiden Prabowo Subianto akhirnya angkat suara soal proyek hilirisasi. Tapi bukan sekadar angkat suara, beliau juga angkat batu—secara harfiah—dalam acara groundbreaking pabrik baterai kendaraan listrik di Karawang. Katanya sih, ini sejarah baru, bukan sekadar buang-buang energi.

Yang lambat kita tinggal di pinggir jalan,” kata Prabowo. Sebuah ucapan yang bikin netizen auto-bayangin menteri diturunin di rest area sambil bawa map merah dan wajah panik.

Proyek Ngebut, yang Nggak Cepet Ya Ngopi Aja

Dengan nada penuh semangat, Prabowo bilang, “Hilirisasi akan jalan terus. Kita mau gerak cepat.” Mungkin terinspirasi MotoGP, karena yang nggak ikut ngebut, katanya, bakal “ditinggal.”

Acara ini sendiri adalah peresmian proyek baterai kendaraan listrik bernilai USD 5,9 miliar. Atau kalau pakai bahasa emak-emak: cukup buat beli pulsa seumur hidup satu RT. Proyek ini dipegang konsorsium ANTAM-IBC-CBL. Singkatan yang kalau dijadiin boyband, bisa ikut manggung di Istora.

Hilirisasi dari Bung Karno Sampai Jokowi

Prabowo juga nyebut proyek ini bukan tiba-tiba muncul kayak notif WA dari mantan. Tapi udah jadi cita-cita sejak Bung Karno, terus diwarisin sampai Jokowi. “Dan terakhir, pendahulu saya, Pak Jokowi, memulai secara nyata di abad ke-21 ini,” ujarnya. Sebuah kalimat yang cocok banget jadi opening video TikTok “Before & After Hilirisasi.”

Kuncinya: Olah Tambang, Dapat Cuan

Menurut Prabowo, kunci kemajuan bangsa bukan cuma rajin belajar, tapi juga bisa ngolah sumber daya sendiri. Bukan ekspor mentahan doang, tapi dijadikan barang yang bisa dijual mahal. Seperti mengubah nikel jadi baterai, bukan cuma jadi berita.

Presiden Prabowo resmi tancap gas di proyek hilirisasi. Pesannya jelas: jangan lambat, jangan ngaret, jangan numpang selfie doang. Kalau gak kuat lari, siap-siap diturunin di pinggir jalan. Welcome to era hilirisasi kilatsiapa cepat dia cuan!