ManusiaSenayan.id – Reshuffle kabinet biasanya muncul lewat gosip politik. Tapi kali ini, pintunya dibuka langsung oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Immanuel Ebenezer alias Noel, eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan, resmi jadi tersangka kasus pemerasan sertifikat K3 bareng 10 orang lainnya. Catatan sejarah: dia pejabat pertama Kabinet Merah Putih era Presiden Prabowo yang “nyemplung” ke daftar KPK.
Respon Presiden Prabowo? Singkat, padat, tapi bikin publik nyengir. “Sudah diurus semuanya itu,” katanya usai meresmikan RS PON. Saat ditanya soal pengganti Noel, jawabannya nggak kalah hemat kata: “Ada nanti.” Netizen pun nyeletuk, “Reshuffle atau balas chat mantan, kok cuma sepotong?”
Mensesneg Prasetyo Hadi lebih jelas: surat pemecatan Noel sudah diteken. Artinya, game over. Tapi menariknya, ia juga sempat bilang kalau posisi wamen bisa aja dikosongkan dulu. Jadi bisa jadi jabatan itu sementara kosong, atau malah jadi trigger reshuffle lebih luas.
Publik tentu nggak lupa kalau banyak kursi menteri yang kerjaannya minim prestasi, tapi maksimal bikin drama. Dari program yang mandek, kebijakan setengah matang, sampai statement yang lebih cocok jadi meme. Kasus Noel ini ibarat kartu kuning: kalau coach (baca: Presiden) mau serius, sekarang momen yang pas buat “bersih-bersih” kabinet.
Satirnya, kabinet ini udah kayak tim bola yang kebobolan duluan padahal liga baru setengah jalan. Pertanyaannya, apakah Prabowo bakal ganti pemain yang cuma jogging di lapangan, atau cukup muter posisi biar kelihatan ada perubahan?
Publik jelas berharap reshuffle bukan cuma soal wajah baru, tapi juga performa baru. Karena kalau cuma ganti kursi tanpa ganti kualitas, ya hasilnya tetap sama: rakyat masih jadi penonton kecewa.
Jadi, terima kasih Noel. Walaupun masuk sejarah dengan cara yang nggak keren, setidaknya kasusmu bisa jadi “pintu masuk” buat reshuffle. Tinggal tunggu, pintu itu dibuka lebar buat reformasi, atau ditutup lagi sambil bilang, “udah diurus semuanya.”
