ManusiaSenayan.id – Jawa Barat itu bukan cuma soal pemandangan hijau atau kuliner hits. Provinsi ini juga jadi panggung bagi perempuan-perempuan keren yang bikin gebrakan di dunia politik. Tiga nama yang menonjol: Imas Aan Ubudiah, Puteri Anetta Komarudin, dan Aanya Rina Casmayanti. Mereka nggak cuma duduk di kursi legislatif, tapi bikin kebijakan terasa nyata di masyarakat.

1. Imas Aan Ubudiah – DPR RI: Si Tangguh Dekat Akar Rumput

Bu Imas lahir di Garut, 19 April 1975. Terjun ke politik lewat PKB, aktif di Fatayat NU, dan pernah jadi Ketua DPC PKB Garut. Politik baginya bukan formalitas, tapi cara nyata bantu rakyat.

Di Komisi VI DPR RI, Bu Imas fokus ke UMKM, industri kreatif, dan perindustrian, serta anggota Badan Anggaran DPR (Banggar). Karyanya nyata: pemberdayaan perempuan, menggiatkan UMKM dan ekonomi Kerakyatan, stabilisasi harga sembako, penanganan pungli, dan perlindungan hutan.

Yang bikin Bu Imas beda: dia nyambung banget sama akar rumput. Tegas tapi hangat, selalu turun ke lapangan, ngobrol sama warga, dan menindaklanjuti masalah nyata—politiknya terasa dekat dan manusiawi.

2. Puteri Anetta Komarudin – DPR RI: Smart, Sistematis, Teknokrat Muda

Puteri lahir 21 Agustus 1993, politisi Golkar dari Dapil Jawa Barat VII, dengan latar belakang University of Melbourne + pengalaman di OJK.

Di Komisi XI DPR RI dan Banggar, Puteri fokus pada keuangan, perbankan, pembangunan nasional, plus mendorong literasi keuangan generasi muda dan ekonomi digital.

Yang bikin Puteri beda: dia teknokrat muda yang bisa bikin isu kompleks jadi gampang dimengerti. Santai tapi profesional, menggabungkan perspektif global dengan konteks lokal, fokus pada data dan analisis buat kebijakan yang tepat sasaran.

3. Aanya Rina Casmayanti – DPD RI: Humanis, Enerjik, Jembatan Aspirasi

Aanya lahir 1982 di Bandung, duduk di DPD RI Komite I. Fokusnya pemerintahan dalam negeri, otonomi daerah, dan hubungan antar lembaga.

Aanya rutin turun ke Sukabumi, Bekasi, dan berbagai daerah untuk menyerap aspirasi warga langsung, fokus ke UMKM, pendidikan, layanan kesehatan, dan pembangunan infrastruktur.

Yang bikin Aanya beda: dia humanis, enerjik, dan dekat banget sama masyarakat. Gaya komunikasinya santai tapi solutif, bikin politik terasa nyata dan gampang dirasakan manfaatnya. Masyarakat ngerasa dia kayak teman yang peduli dan bisa jadi jembatan aspirasi mereka ke pemerintah pusat.

Ciri Khas Perempuan Jawa Barat di Politik

Meski fokus dan jalur mereka berbeda, ketiganya punya satu benang merah: aktif, peduli, dan punya karya nyata.

  • Bu Imas: politik berbasis komunitas, tegas tapi hangat, dekat akar rumput.

  • Puteri: smart dan teknokrat muda, fokus analisis data dan isu ekonomi makro.

  • Teh Aanya: humanis dan enerjik, jembatan aspirasi masyarakat ke pusat.

Tiga jejak ini buktiin kalau perempuan Jawa Barat bukan cuma pengisi kuota, tapi motor perubahan nyata. Mereka jadi simbol politik yang enerjik, smart, peduli masyarakat, dan terasa manfaatnya di lapangan.