ManusiaSenayan.id Kalau ngomongin politisi yang vibes-nya bukan kayak pejabat kaku tapi lebih kayak abang-aktivis idealis, satu nama yang wajib disebut: Adian Napitupulu. Nih orang terkenal “sangar”—tapi bukan sangar karena galak, melainkan karena berani ngomong blak-blakan, bela rakyat kecil, dan nggak takut beda pendapat sama siapa pun, bahkan kalau itu bikin suasana rapat jadi panas.

Kenalin nih!

Nama lengkapnya Adian Yunus Yusak Napitupulu, S.H., lahir di Manado, 9 Januari 1971. Dulu kuliah di Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (UKI) dan udah aktif di dunia aktivisme sejak muda. Sekarang dia duduk sebagai anggota DPR RI dari Dapil Jawa Barat V (Kabupaten Bogor) dan dipercaya jadi Wasekjen PDIP bidang Komunikasi. Dari mahasiswa tukang demo, sekarang dia wakil rakyat beneran—dan tetap dengan gaya vokal khasnya.

Dari Jalanan ke Parlemen

Waktu reformasi 1998, Adian termasuk barisan depan mahasiswa yang nuntut perubahan. Bedanya, banyak orang berhenti setelah reformasi lewat, tapi dia nggak. Sekarang, perjuangannya pindah ke dalam gedung DPR. Dan di sana, dia tetap jadi “suaranya rakyat”.

Di Komisi V DPR RI, dia aktif ngurus hal-hal yang deket banget sama kehidupan rakyat kecil: infrastruktur, perumahan, transportasi publik, dan pembangunan daerah tertinggal. Dia sering turun langsung ke lapangan buat dengerin keluhan warga—bukan cuma baca laporan di meja.

Apa Aja yang Diperjuangin?

Adian terkenal getol mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur biar nggak cuma numpuk di Jawa. Ia juga sering menyoroti proyek jalan, jembatan, dan perumahan rakyat yang mangkrak atau asal-asalan.
Selain itu, dia vokal soal upah dan hak buruh, kesejahteraan tenaga kerja konstruksi, sampai akses pendidikan dan kesehatan untuk masyarakat bawah. Pokoknya, yang dia bela selalu sama: rakyat kecil yang sering nggak punya suara.

Bahkan dalam isu-isu besar kayak pajak dan kebijakan fiskal, Adian sering ngingetin pemerintah biar nggak asal narik pajak tanpa mikirin daya beli rakyat. Gaya ngomongnya keras, tapi isinya logis dan berpihak.

Sangar Tapi Berprinsip

Yang bikin Adian beda dari politisi lain: dia nggak haus jabatan. Udah beberapa kali ditawarin posisi strategis, tapi dia pilih tetap di DPR. Alasannya sederhana, dia mau tetap bisa bicara bebas buat rakyat tanpa harus terikat pada posisi eksekutif. Konsistensi ini yang bikin banyak anak muda respect.

Dan yang lucu, dia juga punya gaya anti-formal. Waktu pelantikan DPR 2014, dia datang pakai jeans! Semua pada formal, dia malah tampil santai tapi percaya diri. Kayak bilang, “Kerja nyata lebih penting daripada gaya.”

Dekat Sama Anak Muda

Adian sering nongol di forum mahasiswa dan podcast aktivis muda. Dia ngajarin bahwa politik itu bukan dunia kotor, asal dijalani dengan niat yang bener. Pesannya jelas: kalau anak muda nggak mau ikut terlibat, maka politik bakal terus dikuasai yang nggak peduli rakyat.

Peduli untuk Rakyat

Label “Politisi Sangar” pas banget buat Adian Napitupulu. Suaranya keras, pikirannya tajam, tapi hatinya tetap di pihak rakyat. Dari jalanan ke Senayan, dari spanduk ke mikrofon rapat, dia tetap jadi orang yang sama—berani, jujur, dan nggak takut beda pendapat.

Kalau DPR punya lebih banyak orang kayak Adian, mungkin politik kita bakal lebih hidup, lebih berani, dan yang paling penting—lebih berpihak ke rakyat kecil, bukan ke yang punya kuasa.