ManusiaSenayan.id – Pemerintah lagi punya rencana yang bikin netizen angkat alis tapi juga mikir: mau menghidupkan kembali BUMN tekstil (BUMN sandang). Alasannya? Karena sandang itu kebutuhan hidup—dan ya, manusia butuh baju biar nggak “angin-anginan” di depan publik.
Menanggapi wacana ini, Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Gerindra Bambang Haryo Soekartono bilang kebutuhan manusia itu paket lengkap: sandang, pangan, papan. Bahkan ia menekankan urutannya. Katanya, “Sandang ini sangat penting, sebagai kebutuhan dasar masyarakat, yang wajib dipenuhi oleh negara.” Ia juga menyebut dasar hukumnya, “Sesuai dengan UUD 1945 Pasar 34 Ayat 1.”
Bambang menilai BUMN sandang penting bukan cuma buat produksi, tapi juga buat jadi “penjaga keseimbangan” industri. Menurutnya, “BUMN Sandang ini diharapkan mampu menjadi stabilisator dari ribuan industri sandang yang ada di Indonesia.” Tujuannya agar industri nggak main bareng bikin harga naik rame-rame. Ia mengingatkan risiko “menciptakan kartelisasi, yang menjadikan sandang di Indonesia berharga mahal.” Ibaratnya: baju basic tee jangan sampai harganya kayak tiket konser.
BUMN sandang juga diharapkan jadi penyeimbang supply-demand dan penahan harga. Bambang menegaskan, “Terakhir, BUMN Sandang harus mampu menjadi stabilisator mutu atau kualitas.”
Ia juga menyinggung sejarah: Industri Sandang Nusantara (ISN), BUMN tekstil yang berdiri 1961, dibubarkan pada 2020 dan asetnya dilelang. Bambang menilai ini “sangat disayangkan” karena “jaminan sandang ini penting.”
Karena itu, ia mengapresiasi langkah Presiden Prabowo membangun lagi industri sandang, menyebutnya “satu tindakan kemanusiaan yang luar biasa bagus.” Target ekspor pun ambisius: dari USD 4 miliar jadi USD 40 miliar dalam 10 tahun—menurutnya “reasonable” asal pemerintah serius, inovatif, dan bahan baku lokal makin dimaksimalkan. Intinya: industri tekstil lokal harus naik kelas—bukan cuma “ada”, tapi juga “keren dan bisa saing global.”
