Manusiasenayan.id – Pemerintah lagi pede-pedenya soal arah ekonomi nasional. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini bisa mendekati 6 persen, bahkan melampaui target resmi yang tertulis di APBN sebesar 5,4 persen. Optimisme ini bukan sekadar klaim, tapi disandarkan pada sederet mesin penggerak ekonomi yang mulai dipacu sejak awal tahun.

Menurut Purbaya, kunci utama pertumbuhan ekonomi ada pada belanja pemerintah, konsumsi masyarakat, dan investasi yang berjalan beriringan. Pemerintah, kata dia, tidak mau setengah-setengah dalam menggelontorkan stimulus. Salah satu jurusnya adalah menempatkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) senilai Rp200 triliun di perbankan, yang diharapkan bisa memperkuat likuiditas dan mendorong aktivitas ekonomi.

“Kalau tahun ini saya pastikan stimulus seperti yang ada di sistem, harusnya ekonomi bisa tumbuh mendekati 6 persen. Jadi, nggak usah khawatir,” ujar Purbaya dengan nada optimistis.

Tak cuma mengandalkan negara, Purbaya juga menaruh perhatian besar pada peran sektor swasta. Ia menegaskan pemerintah akan memastikan investasi swasta bergerak tanpa hambatan, karena sektor inilah yang jadi mesin pertumbuhan jangka menengah dan panjang. Ia bahkan mengaku rutin memantau performa ekonomi dari bulan ke bulan.

“Kalau ada mesin yang macet, saya lapor ke Presiden. Kalau perlu, langsung kita dorong supaya jalan,” tegasnya.

Di sisi lain, pemerintah juga berjanji tidak menunda-nunda belanja kementerian dan lembaga. Purbaya memastikan belanja negara bakal langsung gas di awal tahun, bukan ditahan sampai akhir. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga momentum ekonomi sejak kuartal pertama.

Apalagi, kuartal I tahun ini bertepatan dengan Ramadan dan Lebaran, periode yang biasanya mendorong lonjakan konsumsi. Pemerintah pun menyiapkan insentif khusus untuk menjaga daya beli masyarakat, sesuai arahan Presiden.

“Nanti di triwulan pertama ada bulan puasa dan Lebaran. Insentif di bulan itu akan kita berikan. Jadi pertumbuhan kita dorong lebih cepat dari sisi konsumsi,” pungkas Purbaya.

Dengan kombinasi stimulus fiskal, belanja negara yang tepat waktu, dan investasi swasta yang dijaga, pemerintah optimistis ekonomi Indonesia bisa ngebut lebih kencang tahun ini. Target boleh 5,4 persen, tapi ambisinya jelas: tembus 6 persen.