Manusiasenayan.id – Menjelang musim mudik, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali bikin gebrakan yang langsung kena di hati para pekerja. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli secara resmi melepas program mudik gratis, hasil kolaborasi bareng sejumlah perusahaan yang ikut ambil peran dalam program sosial ini.

Tahun ini, total ada 38 bus yang disiapkan untuk mengantar lebih dari 1.000 pemudik pulang ke kampung halaman. Khusus hari ini, sebanyak 11 bus diberangkatkan dengan membawa 558 orang, sementara 7 bus lainnya sudah lebih dulu jalan pada Sabtu lalu.

Menurut Yassierli, program ini bukan sekadar fasilitas tambahan, tapi jadi simbol nyata kepedulian perusahaan terhadap pekerja. Ia menegaskan, ketika perusahaan mau memberikan lebih dari sekadar kewajiban, itu adalah langkah positif yang patut diapresiasi.

“Kalau ada perusahaan yang kasih fasilitas tambahan seperti mudik gratis, umroh, atau bahkan daycare, itu bentuk kepedulian yang luar biasa. Dan kami di Kemnaker sangat mengapresiasi itu,” ujar Yassierli.

Program ini juga jadi bukti kalau kolaborasi antara pemerintah dan swasta bisa menghadirkan solusi konkret untuk masyarakat, terutama di momen penting seperti Lebaran.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial, Indah Anggoro Putri, menjelaskan bahwa program ini berjalan lewat komunikasi intens dengan berbagai mitra strategis di sektor ketenagakerjaan.

Menariknya, program ini juga menyasar para driver ojek online. Sebanyak 3 bus khusus disiapkan untuk sekitar 150 pengemudi ojol dari berbagai platform seperti Gojek, Grab, Maxim, dan inDrive. Mereka akan mudik ke wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Nggak cuma itu, perhatian juga diberikan ke tenaga alih daya di lingkungan Kemnaker dan instansi sekitar. Tahun ini, jumlah bus untuk mereka naik jadi 4 bus dengan total 208 orang, meningkat dari tahun lalu yang hanya 2 bus.

Indah juga menegaskan bahwa program ini murni hasil kolaborasi, bukan dari anggaran negara. Bahkan, Kemnaker tidak menggunakan APBN untuk menyewa bus.

“Ini bentuk kolaborasi yang cantik. Kami tidak menyewa bus karena memang tidak diperbolehkan. Semua ini hasil kerja sama dengan mitra,” jelas Indah.

Dengan adanya program ini, mudik bukan cuma soal pulang kampung, tapi juga jadi momen yang menunjukkan bahwa kepedulian sosial masih hidup—dan bisa diwujudkan lewat aksi nyata.