Manusiasenayan.id – Momentum Hari Kartini 2026 kali ini terasa beda. Nggak cuma soal kebaya dan quotes manis di media sosial, tapi jadi panggung buat perempuan buat benar-benar bergerak dan bersuara. Hal ini yang coba didorong Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini lewat gelaran TGX Women Summit 2026 di Trenggalek.

Event ini bukan sekadar kumpul-kumpul biasa. Di sini, perempuan lintas generasi, anak muda, sampai pelaku ekonomi kreatif dikumpulin dalam satu ruang buat saling connect, upgrade kapasitas, dan tentunya bangun optimisme di tengah situasi yang makin kompleks.

Novita nggak menutup mata, sampai sekarang perempuan masih sering ketemu banyak “tembok tinggi” alias barier di berbagai sektor. Tapi alih-alih mengeluh, dia ngajak perempuan Indonesia buat nyalain api perjuangan dalam diri masing-masing.

“Perjuangan itu nggak harus selalu besar. Kadang dimulai dari diri sendiri, dari hal kecil, tapi konsisten,” kurang lebih begitu vibe yang disampaikan.

Menurutnya, peran perempuan itu krusial banget, terutama di lingkup keluarga. Perempuan bukan cuma ‘pelengkap’, tapi jadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan sosial. Makanya, pemberdayaan perempuan nggak boleh cuma jadi wacana doang—harus nyata lewat ruang kreatif dan penguatan skill.

Salah satu yang menarik di event ini adalah peluncuran buku “Bising dan Hening”. Buku ini bukan karya biasa, tapi hasil kolaborasi perempuan penyintas yang ngebagi cerita hidup mereka—dari titik terendah sampai akhirnya bisa bangkit lagi.

Novita juga sempat bilang, kadang nasihat terbaik itu justru datang dari diri sendiri. Lewat tulisan, pengalaman hidup bisa jadi refleksi yang suatu saat nanti bakal kita butuhin lagi.

Nggak berhenti di situ, acara ini juga nampilin karya film dokumenter dan animasi dari sineas muda Trenggalek yang udah punya prestasi nasional. Ini jadi bukti kalau talenta daerah tuh nggak kalah keren—tinggal dikasih ruang aja.

Sayangnya, banyak dari mereka justru berkembang di luar daerah. Nah, ini yang pengen diubah. Novita punya rencana buat dorong ekosistem ekonomi kreatif lewat pelatihan kreator konten, workshop, sampai bootcamp bareng industri media nasional.

Tujuannya jelas: biar anak muda daerah bisa berkarya dari kampung sendiri tanpa harus hijrah jauh-jauh.

Lewat TGX Women Summit 2026, harapannya makin banyak perempuan yang berani tampil, berani berkarya, dan jadi agen perubahan. Karena di era sekarang, Kartini itu bukan cuma simbol—tapi mereka yang berani jalan duluan dan bawa perubahan nyata.