Manusiasenayan.id – Aksi demo soal isu Papua sebagai zona darurat militer dan kemanusiaan di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, berubah jadi ricuh. Situasi yang awalnya jadi ruang penyampaian aspirasi malah berujung chaos, Senin (27/4) siang. Total ada lima orang yang mengalami luka, termasuk Wakapolres Jayawijaya AKP Albertus Mabel dan anggota DPRD Papua Pegunungan, Tinus Peyon.

Demo ini digelar oleh Forum Pribumi Papua Pegunungan bareng OKP Cipayung dan mahasiswa. Mereka mulai aksi dengan orasi di beberapa titik strategis, dari Perempatan Sinakma, Kampus UNAIM Yapis Wamena, sampai Pasar Wouma. Aparat pun nggak tinggal diam—sekitar 238 personel gabungan langsung turun untuk mengawal jalannya aksi.

Awalnya masih kondusif, tapi tensi mulai naik saat massa masuk ke halaman kantor DPRD Papua Pegunungan sekitar pukul 11.27 WIT. Di titik ini, sebagian massa mulai melempar batu ke arah aparat, anggota dewan, hingga fasilitas umum. Situasi langsung berubah tegang.

Aparat sempat mencoba pendekatan persuasif buat meredam suasana. Tapi karena kondisi makin panas, mereka akhirnya menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa dan mencegah eskalasi yang lebih luas. Massa pun terpecah, sebagian menyebar ke beberapa ruas jalan di Wamena, bahkan ada yang ikut merusak ruko dan bangunan sekitar.

Akibat kejadian ini, lima orang jadi korban luka. Selain Tinus Peyon dan AKP Albertus Mabel, ada juga Kabag Ops Polres Jayawijaya AKP Edi Tohir Sabara, Bripda Alfredo Demetouw, serta seorang warga sipil bernama Anis Narsela. Semua korban langsung dievakuasi ke RSUD Wamena untuk mendapat perawatan intensif.

Nggak cuma korban luka, kericuhan ini juga bikin sejumlah fasilitas rusak. Mulai dari kendaraan dinas Polri, kaca kantor DPRD Papua Pegunungan, hingga beberapa bangunan milik warga dan fasilitas umum lainnya ikut terdampak.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Cahyo Sukarnito, memastikan kondisi Wamena sekarang sudah mulai kondusif. Meski begitu, pihak kepolisian tetap siaga dan berkomitmen menjaga keamanan warga.

Di akhir keterangannya, Cahyo mengingatkan masyarakat buat tetap tenang dan nggak gampang terpancing. Ia juga menekankan pentingnya menyampaikan aspirasi secara damai dan sesuai aturan hukum yang berlaku.