Manusiasenayan.id – Kalau ngomongin Aceh, ceritanya nggak pernah cuma soal satu hal. Ada politik, budaya, agama, ekonomi, sampai urusan sumber daya alam yang terus jadi perhatian. Nah, di periode DPD RI 2024–2029, empat nama akhirnya dipercaya membawa suara Aceh ke tingkat nasional.

Mereka adalah Sudirman Haji Uma, Tgk Ahmada MZ, Darwati A. Gani, dan Azhari Cage. Keempatnya menjadi peraih suara terbanyak dalam rekapitulasi KIP Aceh pada Pemilu 2024.

Yang menarik, jalan mereka menuju Senayan ternyata nggak sama. Ada yang datang dari dunia hiburan, politik daerah, pengalaman sebagai legislator, sampai latar perjuangan Aceh.

Haji Uma — Dari Layar TV ke Senayan

Nama Haji Uma sudah cukup familiar buat masyarakat Aceh. Sosok di balik nama tersebut adalah Sudirman Haji Uma, komedian yang kemudian terjun ke dunia politik.

Haji Uma bukan pendatang baru. Ia merupakan anggota DPD RI periode 2019–2024 dan kembali terpilih untuk periode 2024–2029. Yang bikin capaian ini makin menarik, ia meraih 1.060.991 suara, sekaligus menjadi peraih suara tertinggi calon DPD dari Aceh.

Jadi, perjalanan Haji Uma bisa dibilang cukup unik: dari layar hiburan, sekarang ikut duduk di ruang politik nasional.

Dari bikin orang ketawa, sekarang ikut kawal suara rakyat.

Tgk Ahmada MZ — Dari Politik Daerah ke Senayan

Berbeda dengan Haji Uma, Tgk Ahmada MZ datang dengan pengalaman politik daerah. Sebelum maju sebagai senator, Ahmada dikenal sebagai mantan anggota DPRK Aceh Besar.

Pada Pemilu 2024, Ahmada memperoleh 207.464 suara dan menjadi peraih suara terbanyak kedua dari Aceh. Ia pun masuk empat besar yang mendapat mandat untuk duduk di DPD RI periode 2024–2029.

Pengalaman politik daerah tersebut menjadi modalnya membawa isu Aceh ke level nasional. Salah satu isu yang pernah ia soroti adalah penerapan syariat Islam dan kehidupan sosial masyarakat Aceh.

Dulu berjuang dari daerah, sekarang suaranya sampai Senayan.

Darwati A. Gani — Suara Perempuan Aceh

Darwati A. Gani juga bukan nama baru dalam politik Aceh. Sebelum terpilih menjadi senator, ia merupakan anggota DPR Aceh (DPRA).

Pada Pemilu 2024, Darwati meraih 184.528 suara, menempatkannya sebagai peraih suara terbanyak ketiga dari Aceh. Ia kemudian menjadi salah satu dari empat senator Aceh periode 2024–2029.

Kehadiran Darwati juga memberikan warna tersendiri karena ia menjadi salah satu figur perempuan yang membawa pengalaman politik daerah ke level nasional.

Dari parlemen daerah, lanjut kawal aspirasi Aceh di pusat.

Azhari Cage — Bawa Isu Aceh ke Pusat

Nama terakhir adalah Azhari Cage. Sebelum menjadi senator, ia punya pengalaman sebagai anggota DPR Aceh dan dikenal sebagai Juru Bicara Komite Peralihan Aceh (KPA). ANTARA juga mencatatnya sebagai mantan kombatan GAM.

Pada Pemilu 2024, Azhari mendapatkan 150.934 suara dan menjadi peraih suara terbanyak keempat dari Aceh.

Kini, isu yang dibawanya cukup lekat dengan kepentingan Aceh. Pada 2026, misalnya, Azhari mendorong agar pengelolaan gas Blok Andaman memberi manfaat optimal bagi masyarakat Aceh serta memperkuat peran daerah dalam pengelolaan sumber daya alam.

Kalau urusan kepentingan Aceh, gas terus.

Empat tokoh, empat latar belakang, dan empat cerita berbeda. Tapi ujungnya sama: membawa suara Aceh ke DPD RI.