Manusiasenayan.id – Kalau banyak politisi datang ke Senayan lewat lompat karier, Ahmad Yohan justru naik lewat tangga panjang organisasi. Pelan, capek, tapi solid. Jalur kader klasik—yang sekarang malah makin langka.

Lahir di Ende, 26 Agustus 1975, Ahmad Yohan tumbuh dari lingkungan pendidikan yang beragam: sekolah Katolik, madrasah, lalu kampus Islam. Dari IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (Tarbiyah) sampai S2 Ilmu Administrasi Universitas Muhammadiyah Jakarta, jalurnya membentuk satu hal penting: cara pandang lintas identitas. Ini bukan sekadar biodata—tapi fondasi politiknya.

Sebelum jadi anggota dewan, Ahmad Yohan lama di balik layar. Dari Tenaga Ahli Anggota DPR, Tenaga Ahli Fraksi PAN, sampai akhirnya duduk sebagai Anggota DPR RI Fraksi PAN (2018–2024) dan berlanjut ke periode berikutnya. Artinya jelas: dia paham parlemen bukan cuma dari podium, tapi dari mesin kerjanya.

Basis organisasinya kuat. Nama Ahmad Yohan nyaris nggak bisa dipisahkan dari HMI dan PAN. Pernah memimpin HMI Cabang DIY, aktif di PB HMI, lalu naik di struktur BM PAN sampai jadi Ketua Umum. Kini, ia dipercaya sebagai Ketua DPW PAN NTT (2020–2025) dan Presidium Majelis Nasional KAHMI (2022–2027). Ini tipe politisi yang dirawat oleh jaringan, bukan sekadar elektabilitas sesaat.

Masuk parlemen periode 2024–2029, Ahmad Yohan mewakili Dapil Nusa Tenggara Timur I. Di AKD, ia duduk di Komisi IV—yang ngurus isu pertanian, pangan, kelautan, dan kehutanan. Isu-isu yang sangat relevan buat NTT, wilayah dengan tantangan iklim dan pangan. Selain itu, ia juga ada di Badan Musyawarah DPR RI, dapur penentu ritme kerja parlemen.

Di luar politik, Ahmad Yohan juga dikenal sebagai pengusaha lokal lewat Kamila Craft—usaha yang nyambung dengan ekonomi kreatif dan akar masyarakat. Jadi ketika bicara soal UMKM atau ekonomi daerah, dia nggak cuma pakai bahasa kebijakan, tapi juga bahasa pengalaman.

Ahmad Yohan bukan politisi yang cari sorotan cepat. Gayanya rapi, organisatoris, dan ideologis. Lebih sering kerja di belakang layar, tapi pengaruhnya terasa di struktur.

Di era politik serba instan, figur seperti Ahmad Yohan ngingetin satu hal:
politik yang tahan lama biasanya dibangun dari kader, bukan karbitan.

Pelan naiknya.
Tapi sekali sampai, dia tahu persis cara kerja Senayan.