Manusiasenayan.id – Kalau ada yang bilang anak daerah susah tembus panggung nasional, mungkin belum kenal Andi Iwan Darmawan Aras. Lahir dan besar di Ujungpandang (Makassar), langkahnya rapi dari bangku sekolah sampai kursi pimpinan di Senayan. Sekarang, ia dipercaya sebagai Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, komisi yang ngurusin infrastruktur, transportasi, sampai perumahan rakyat. Kerjanya? Ngawal pembangunan biar nggak cuma jadi janji kampanye.

Perjalanan pendidikannya dimulai dari SD Negeri Komplek IKIP Ujungpandang (1982), lanjut ke SMP Islam Athirah (1987), lalu SMA Negeri 2 Ujungpandang (1990). Fondasi akademiknya makin matang saat ia meraih gelar sarjana di Universitas Hasanuddin, Fakultas Ekonomi (1998). Background ekonomi ini jadi modal penting saat ia masuk ke gelanggang politik dan kebijakan anggaran.

Kariernya di parlemen nggak instan. Ia pernah duduk di Badan Anggaran (BANGGAR) DPR RI (2014–2016), lanjut ke BKSAP DPR RI (2016–2018), dan aktif di Badan Legislasi (2019–2020). Di internal fraksi, ia dipercaya jadi Ketua Kelompok Fraksi Gerindra Komisi V DPR RI (2016–2019, 2019–2020). Nggak cuma itu, ia juga terlibat di berbagai panja strategis seperti Panja RUU Jasa Konstruksi, Panja RUU Sumber Daya Air, dan Pansus RUU Daerah Kepulauan. Artinya, sentuhannya ada di regulasi-regulasi penting sektor pembangunan.

Di luar DPR, jejaring organisasinya juga nggak main-main. Ia pernah jadi Wakil Ketua BPD GAPENSI Sulsel, aktif di HIPMI, sampai dipercaya sebagai Ketua Umum DPD Partai Gerindra Provinsi Sulawesi Selatan (2019–2024). Dunia usaha pun ia pegang lewat jabatan Ketua KADIN Provinsi Sulawesi Selatan (2020–2025). Kombinasi politik dan bisnis ini bikin perspektifnya soal pembangunan jadi lebih komprehensif: bukan cuma teori, tapi praktik lapangan.

Menariknya lagi, ia juga pernah menjabat sebagai Bendahara Umum DPN HKTI dan Dewan Penasehat DPP Pemuda Tani Indonesia. Spektrumnya luas—dari infrastruktur, pertanian, sampai kepemudaan. Bahkan di bidang olahraga, ia tercatat sebagai Manajer Kejuaraan Dunia Pencak Silat Indonesia.

Di periode 2024–2029, lewat alat kelengkapan dewan (AKD), ia kembali bertugas di Komisi V DPR RI dan juga terlibat dalam Panitia Khusus. Buat Andi Iwan, pembangunan itu bukan sekadar beton dan aspal. Itu soal konektivitas, ekonomi daerah, dan pemerataan.

Dari Makassar ke Senayan, Andi Iwan Darmawan Aras nunjukkin satu hal: konsistensi itu kunci. Infrastruktur boleh keras secara fisik, tapi butuh kepemimpinan yang solid biar dampaknya benar-benar terasa sampai ke akar rumput.