ManusiaSenayan.idBramantyo Suwondo — yang sering dipanggil Mas Bram — adalah politisi muda Partai Demokrat yang lahir di Jakarta pada 27 April 1993. Sekarang dia duduk di DPR RI periode 2024–2029, mewakili Dapil Jawa Tengah VI (Magelang, Wonosobo, Purworejo, Temanggung, dan Kota Magelang).

Meski usianya masih relatif muda, Mas Bram bukan “anak baru” sembarangan: dia kuliah di Monash University, Australia, dan mengambil jurusan Hubungan Internasional untuk S1 dan S2. Pendidikan global ini bikin dia cukup paham soal isu internasional dan kebijakan publik.

Di DPR, dia aktif banget. Dia duduk di Komisi X yang urusannya macem-macem: pendidikan, pemuda, olahraga, riset, dan budaya. Dia juga punya peran penting di BKSAP (Badan Kerja Sama Antar-Parlemen) sebagai Wakil Ketua, yang bikin dia sering terlibat diplomasi politik antar-negara.

Soal kontribusi, Mas Bram punya beberapa proyek yang cukup “nyambung” sama generasi muda dan perkembangan zaman. Contohnya, dia mendorong UMKM di Wonosobo menguasai digital marketing bareng BRIN, supaya usaha lokal bisa tumbuh dan menjangkau pasar lebih luas. Selain itu, dia juga menekankan bahwa pembangunan sekolah — terutama “sekolah rakyat” — harus melibatkan pakar dan masyarakat sipil agar kebijakannya berbasis riset dan data.

Di ranah global, Mas Bram enggak minder: dia menekankan bahwa dalam kerja sama internasional (misalnya I-EU CEPA) isu keberlanjutan (sustainability) harus diutamakan — artinya ekonomi gak boleh jalan sendiri tanpa memperhatikan lingkungan dan pekerja. Dia juga dorong tata kelola pemerintahan berstandar global agar Indonesia makin transparan dan berdaya saing.

Untuk sistem pendidikan formal, dia juga angkat suara: Mas Bram mendesak reformasi pendidikan kedinasan setelah kasus kekerasan di sekolah kedinasan. Dia bahkan mengkritik program student loan, bilang kalau gagal bayar bisa jadi beban bagi lulusan — dan penting memastikan lulusan punya pekerjaan agar pinjaman tersebut tidak merugikan banyak pihak.

Di sisi diplomasi internasional, Mas Bram pernah mengajak kerja sama dengan Swiss untuk fokus pada pendidikan vokasi dan pariwisata, proyek yang cukup visioner dan jangka panjang. Dia juga menegaskan komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian global, terutama lewat forum parlementer antar-negara.

Selain itu, Mas Bram sangat mendukung keterbukaan pemerintahan (transparency) lewat Open Government Partnership. Dia bilang DPR harus terus mendorong institusi pemerintahan lebih terbuka dan responsif agar masyarakat bisa ikut serta dan tahu apa yang terjadi.

Secara keseluruhan, Mas Bram adalah politisi muda yang menggabungkan idealisme pemuda, riset, dan digital dengan kerja nyata di dunia legislatif — bukan cuma “nongol di DPR”, tapi benar-benar terlibat dari hulu ke hilir.