Manusiasenayan.id – Mudik Lebaran itu bukan sekadar tradisi tahunan. Ini soal jutaan orang yang bergerak bareng, pulang kampung, ketemu keluarga, dan ngerayain Idul Fitri dengan hati tenang. Karena itu, Anggota Komisi V DPR RI Danang Wicaksana Sulistya minta pemerintah nggak santai dan mulai siapkan strategi matang dari sekarang buat Mudik Lebaran 2026.

Sebagai Kapoksi Komisi V DPR RI Fraksi Gerindra yang membidangi infrastruktur dan perhubungan, Danang menegaskan mudik adalah hajat hidup orang banyak. Artinya, negara wajib hadir dan kasih pelayanan terbaik. Jangan sampai tiap tahun drama klasik terulang: tiket mahal, macet parah, sampai distribusi logistik tersendat.

Menurut Danang, pemerintah lewat kementerian dan lembaga terkait harus benar-benar jamin pelayanan optimal demi kenyamanan warga. Ia bahkan berharap harga tiket angkutan umum nggak melonjak saat permintaan tinggi. Kalau bisa, justru ada diskon tiket supaya masyarakat nggak makin terbebani biaya perjalanan.

“Nggak cuma itu, semua pihak juga harus memastikan kelancaran distribusi logistik,” tegas Danang dalam keterangannya, Rabu (18/2/2026).

Ia meminta seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU), BMKG, sampai stakeholder lain untuk perkuat koordinasi lintas sektor. Menurutnya, kerja bareng yang solid jadi kunci biar arus mudik berjalan aman dan lancar.

Buat Danang, negara nggak boleh cuma jadi penonton. Negara harus jamin kelancaran, keamanan, dan kenyamanan mobilitas rakyat saat Idul Fitri. Itu bentuk nyata kehadiran pemerintah di momen penting seperti Lebaran.

Ia juga mengingatkan agar persiapan infrastruktur dan moda transportasi jangan dilakukan mendadak alias “kebut semalam”. Persiapan yang serba dadakan cuma bikin risiko makin besar. Mulai dari potensi kemacetan horor, kecelakaan lalu lintas, sampai gangguan cuaca yang nggak terantisipasi.

Perencanaan yang matang dan terukur akan meminimalkan risiko kemacetan, kecelakaan, hingga gangguan cuaca. Ini bentuk kehadiran negara dalam melayani rakyat,” ujarnya.

Intinya, Mudik 2026 harus disiapkan dari jauh-jauh hari. Bukan cuma soal jalan tol dan terminal, tapi juga tiket terjangkau, logistik aman, dan koordinasi antarlembaga yang rapi. Karena kalau jutaan orang bergerak tanpa persiapan maksimal, dampaknya bisa ke mana-mana.

Mudik itu momen bahagia. Jadi, sudah seharusnya negara hadir penuh, bukan setengah-setengah.