Manusiasenayan.id – Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mulai bikin alarm bahaya berbunyi lagi. Prediksi fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi pada Mei sampai Juli 2026 bikin musim kemarau tahun ini diprediksi lebih panjang dan lebih kering. Situasi ini langsung jadi sorotan serius dari Anggota Komisi IV DPR RI, Hindun Anisah.
Hindun mendesak pemerintah supaya nggak santai menghadapi ancaman ini. Menurutnya, langkah pencegahan harus dilakukan dari sekarang sebelum api makin susah dikendalikan. Ia menilai pola penanganan yang cuma fokus saat kebakaran sudah terjadi harus segera diubah jadi sistem preventif yang lebih agresif.
Data dari organisasi Pantau Gambut juga bikin situasi makin mengkhawatirkan. Sejak awal 2026, tercatat ada 23.546 titik panas di kawasan gambut. Jumlah itu dianggap sebagai sinyal bahaya yang nggak boleh dianggap sepele.
“Musim kemarau yang lebih kering dan panjang akan meningkatkan risiko karhutla secara drastis. Pemerintah harus segera melakukan langkah antisipasi agar kebakaran tidak meluas dan tidak lagi menimbulkan dampak kesehatan yang memprihatinkan bagi anak-anak dan lansia,” ujar Hindun dalam keterangannya, Senin (27/4/2026).
Politikus asal Jawa Tengah itu menegaskan kalau dampak karhutla bukan cuma soal hutan yang hangus atau habitat satwa yang rusak. Menurutnya, efeknya bisa nyeret banyak sektor sekaligus, mulai dari kesehatan masyarakat, kerugian ekonomi, sampai ancaman kabut asap lintas negara yang bikin nama Indonesia kembali disorot.
Karena itu, Hindun mendorong pemerintah buat memperkuat sistem deteksi dini. Salah satunya lewat pemantauan hotspot berbasis teknologi satelit yang terintegrasi dengan patroli di wilayah rawan kebakaran, terutama kawasan gambut.
Selain itu, ia juga meminta pemerintah mempercepat program rewetting atau pembasahan lahan gambut serta pembangunan sekat kanal supaya kondisi tanah tetap lembap dan nggak gampang terbakar saat cuaca ekstrem datang.
Nggak cuma soal pencegahan, Hindun juga menyoroti pentingnya kesiapan alat pemadaman darurat. Menurutnya, operasi water bombing dan teknologi modifikasi cuaca harus sudah disiapkan sebelum puncak kemarau datang, bukan malah bergerak setelah api membesar.
Ia juga meminta pemerintah bertindak tegas terhadap perusahaan atau pihak yang masih nekat membuka lahan dengan cara dibakar. Hindun menegaskan, penegakan hukum harus jadi bagian penting dalam strategi pengendalian karhutla tahun ini.
“Upaya pencegahan harus dilakukan secara konsisten. Fokus anggaran pemerintah harus diarahkan pada langkah preventif agar risiko karhutla dapat ditekan sejak dini,” tegasnya.
