Manusiasenayan.id – Drama kuota haji lagi panas-panasnya. Komisi Pemberantasan Korupsi alias KPK lagi ngebut ngegas, maraton periksa para bos travel haji dan umrah. Fokusnya satu: ngulik dugaan main mata di balik penjualan kuota haji khusus yang katanya “nyerempet” jatah reguler. Kasus ini sendiri nyeret nama mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas.
Jubir KPK, Budi Prasetyo, bilang pemeriksaan ini bukan kaleng-kaleng. Setelah sebelumnya ngecek Ustaz Khalid Basalamah, KPK lanjut manggil empat bos travel di Jumat (24/4). Tapi plot twist-nya, dari empat nama itu cuma satu yang nongol: Syarif Thalib dari PT Marco Tour & Travel. Tiga lainnya? absen.
KPK nggak buang waktu. Penyidik langsung ngulik dalaman soal cuan gelap dari jual-beli kuota haji. Skemanya diduga sederhana tapi licin: kuota reguler yang harusnya buat publik, malah dialihkan jadi kuota khusus yang bisa dijual lebih mahal lewat biro travel.
“Yang hadir cuma satu. Kami lanjut dalami soal penjualan kuota dan keuntungan tidak sah,” kata Budi. Dari sini, KPK lagi nyusun puzzle besar—siapa main, siapa dapat apa, dan alurnya ke mana.
Sebelumnya, KPK juga udah menetapkan dua tersangka baru: Ismail Adham dari PT Maktour dan Asrul Azis Taba, bos PT Raudah Eksati Utama sekaligus Ketua Asosiasi Kesthuri. Keduanya diduga kasih duit ke Yaqut lewat perantara eks stafsusnya, Ishfah Abidal Azis alias Gus Alex.
Angkanya nggak kecil. Ismail disebut nyetor sekitar 30 ribu dolar AS ke Gus Alex. Belum lagi tambahan aliran dana ke pejabat lain, termasuk ke mantan Dirjen PHU, Hilman Latief. Totalnya? Bisa bikin geleng kepala.
Sekarang, jumlah tersangka udah jadi empat orang. Dan KPK kelihatannya belum mau ngerem. Mereka lagi ngejar alur duit sekaligus ngebuka siapa aja yang ikut nimbrung di permainan ini.
Buat publik, ini bukan sekadar kasus korupsi biasa. Ini soal ibadah yang mestinya suci, tapi malah jadi ladang bisnis kotor. KPK pun ditantang buat bener-bener bersih-bersih sampai akar.
