Manusiasenayan.id – Kalau lo lagi nyari figur politik yang nggak banyak gimmick tapi punya track record solid, nama Marthin Billa wajib masuk radar. Lahir di Bulungan, 29 Maret 1954, doi bukan sekadar politisi biasa—tapi sosok yang tumbuh dari realita kerasnya kehidupan di Kalimantan Utara.

Dari awal, Marthin Billa udah paham banget soal tantangan daerah terpencil. Nggak heran kalau sepanjang kariernya, dia fokus banget ngurusin isu pembangunan, terutama di wilayah perbatasan yang sering luput dari perhatian pusat.

Sebelum jadi senator di Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, dia sempat menjabat sebagai Bupati Malinau selama dua periode (2001–2006 dan 2006–2011). Di masa kepemimpinannya, pembangunan di Malinau mulai keliatan arah dan dampaknya—nggak instan, tapi nyata.

Nggak cuma soal jabatan, soal prestasi juga nggak kaleng-kaleng. Marthin Billa yang juga lulusan doktor dari Universitas Brawijaya Malang ini ngantongin banyak penghargaan bergengsi. Mulai dari Kalpataru (2007) buat kontribusi di bidang lingkungan, sampai Bintang Jasa Pratama (2010) dari Presiden RI. Bahkan, dia juga pernah dapet penghargaan internasional kayak The Best ASEAN Executive.

Masuk ke level nasional, kariernya makin konsisten. Dia terpilih jadi anggota DPD RI selama dua periode (2014–2019 dan 2019–2024), dan di Pemilu 2024 kemarin, dia comeback lagi untuk periode ketiga dengan raihan 45.119 suara sah. Nggak banyak drama, tapi kepercayaan publik ke dia tetap tinggi.

Selain di politik, Marthin Billa juga aktif di organisasi adat dan keagamaan. Saat ini, dia menjabat sebagai Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (2021–2026), serta pernah jadi Ketua Dewan Adat Dayak Kalimantan Utara. Buat dia, menjaga identitas budaya itu sama pentingnya dengan pembangunan fisik.

Menariknya, di tengah banyak politisi yang sibuk cari spotlight, Marthin Billa justru kebalikannya. Dia lebih fokus kerja daripada pencitraan. Isu yang dia dorong juga konsisten—mulai dari kesejahteraan masyarakat adat, pembangunan daerah perbatasan, sampai pelestarian lingkungan.

Dengan latar belakang sebagai putra daerah, pengalaman panjang di pemerintahan, dan sederet penghargaan, Marthin Billa jadi bukti kalau politik bisa dijalani dengan cara yang lebih “tenang tapi berdampak”.

Buat generasi muda, mungkin dia bukan figur yang viral tiap hari. Tapi kalau ngomongin soal dedikasi dan konsistensi, sosok ini jelas bukan pemain baru—dia pemain lama yang masih relevan sampai sekarang.