Manusiasenayan.id – Presiden Prabowo Subianto kembali bikin pernyataan yang langsung nyentuh isu keumatan. Dalam acara Munajat Bangsa dan Pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Prabowo mengumumkan rencana penyediaan lahan strategis untuk pembangunan gedung MUI dan lembaga-lembaga umat Islam.

Bukan lahan sembarangan. Lokasinya berada di kawasan Bundaran HI, jantung Ibu Kota, dengan luas sekitar 4.000 meter persegi. Menurut Prabowo, gedung tersebut nantinya bukan hanya untuk MUI, tapi juga bisa dipakai oleh lembaga-lembaga Islam lain, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan organisasi kemasyarakatan Islam.

“Saya sebagai Presiden Republik Indonesia telah menyediakan lahan di depan Bundaran HI kurang lebih 4.000 meter untuk gedung bagi MUI dan badan-badan umat Islam,” ujar Prabowo di hadapan para ulama dan tokoh nasional.

Prabowo menegaskan, pembangunan gedung itu bersifat inklusif. Artinya, ormas-ormas Islam yang selama ini kekurangan ruang juga bisa memanfaatkannya. Bahkan, soal tinggi bangunan, Prabowo menyerahkan sepenuhnya ke Menteri Agama Nasaruddin Umar.

“Terserah Menteri Agama mau berapa puluh lantai. Rencananya berapa? 40 lantai,” kata Prabowo, disambut reaksi hangat para hadirin.

Menariknya, ide pembangunan gedung ini berawal dari curhatan Menteri Agama yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal. Prabowo mengaku sebelumnya bahkan tidak mengetahui secara pasti lokasi kantor MUI saat ini.

“Beliau bilang ke saya, ‘Pak, kantor MUI sekarang nggak jelas di mana.’ Saya pun jujur saja, saya tidak tahu persis di mana,” ucap Prabowo dengan nada santai.

Ke depan, Prabowo ingin kawasan pusat Jakarta tidak hanya dipenuhi hotel mewah dan pusat perbelanjaan. Ia menilai, lembaga-lembaga umat Islam juga harus hadir secara simbolik dan strategis di pusat Ibu Kota.

“Jangan hanya ada hotel, jangan hanya ada mal. Di Bundaran HI juga harus ada gedung untuk lembaga umat Islam,” tegasnya.

Di akhir sambutan, Prabowo kembali menekankan pentingnya persatuan ulama dan umara. Menurutnya, sinergi antara pemimpin agama dan negara menjadi kunci keselamatan bangsa, sejalan dengan semangat doa bersama yang digelar di Masjid Istiqlal.