Manusiasenayan.id – Kabar segar datang dan langsung bikin banyak orang senyum tipis—terutama para ASN. Presiden Prabowo Subianto resmi menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 42 Tahun 2025 tentang Cuti Bersama 2026. Prabowo meneken aturan itu pada 31 Desember 2025, sekaligus mengunci keputusan penting: delapan hari cuti bersama siap mengisi kalender 2026.
Lewat aturan ini, pemerintah secara langsung mengatur ritme kerja aparatur sipil negara. Meski menyasar ASN, dampaknya terasa lebih luas. Pasalnya, publik langsung bisa membaca arah kalender kerja nasional—mulai dari waktu libur, peluang cuti panjang, sampai momen paling masuk akal buat menarik napas dari rutinitas harian.
Lebih lanjut, Keppres ini memberi kabar baik yang bikin ASN bisa sedikit lebih tenang. Pemerintah menegaskan bahwa cuti bersama tidak memangkas hak cuti tahunan. Dengan kata lain, libur tetap jalan tanpa harus mengorbankan jatah cuti pribadi.
Penegasan itu tertulis jelas dalam beleid. Pemerintah menyatakan, “Pegawai aparatur sipil negara yang karena jabatannya tidak diberikan hak atas cuti bersama, hak cuti tahunannya ditambah sesuai dengan jumlah cuti bersama yang tidak diberikan.”
Artinya sederhana: kalau negara tetap menugaskan ASN untuk bekerja, negara juga mengganti hak cutinya secara adil.
Supaya nggak berhenti di atas kertas, pemerintah juga langsung menetapkan tanggalnya. Berikut 8 hari cuti bersama 2026 yang resmi masuk kalender:
-
16 Februari 2026 (Senin) – Cuti bersama Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili
-
18 Maret 2026 (Rabu) – Cuti bersama Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948
-
20, 23, dan 24 Maret 2026 (Jumat, Senin, Selasa) – Cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah
-
15 Mei 2026 (Jumat) – Cuti bersama Kenaikan Yesus Kristus
-
28 Mei 2026 (Kamis) – Cuti bersama Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah
-
24 Desember 2026 (Kamis) – Cuti bersama Kelahiran Yesus Kristus
Kalau dicermati, beberapa tanggal ini jatuh di posisi strategis. Dengan sedikit trik ambil cuti tambahan, long weekend pun terbuka lebar. Tinggal pintar-pintar menyusun izin dan agenda.
Pada akhirnya, penetapan cuti bersama ini bukan cuma soal libur. Pemerintah mencoba menjaga keseimbangan antara kerja dan kehidupan pribadi ASN. Di tengah beban pelayanan publik yang makin kompleks, negara tetap membuka ruang buat rehat.
Singkatnya, pola kalender 2026 sudah mulai terbaca. Sekarang tinggal satu pertanyaan klasik: liburnya mau dipakai rebahan, pulang kampung, atau healing tipis-tipis?
